Sabtu, 14 Maret 2020

Menhub Budi Karya Positif Corona, Kualat dengan Omongannya Sendiri?

Positif Corona, Menhub Budi Karya Kualat dengan Omongannya Sendiri?



Indonesia Viral - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus corona dan diumumkan oleh Mensegneg Pratikno dan dokter dari RSPAD Gatot Soebroto pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Sebelumnya, Budi Karya Sumadi ternyata pernah berkelakar bahwa Indonesia kebal virus corona.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato ilmiah di acara peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74 di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta pertengahan Februari 2020 lalu.

Ketika itu, Budi Sumadi melempar guyonan bahwa tidak ditemukannya kasus orang terjangkit virus Corona di Indonesia ketika itu karena masyarakatnya memiliki kekebalan tubuh lantaran setiap hari gemar makan nasi kucing.

"Tapi (ini) guyonan sama Pak Presiden ya, Insya Allah ya, virus corona tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal," katanya seperti dilansir dari Antara.

Ketika Budi Sumadi melontarkan guyonan itu, wabah virus corona telah menjalar dari Wuhan di China ke berbagai negara di dunia sejak akhir Desember 2019. Sementara di Indonesia, belum ada kasus yang ditemukan.

Barulah pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua pasien yang positif corona setelah berinteraksi dengan seorang warga Jepang yang datang ke Jakarta.

Budi Karya sendiri saat ini merupakan pasien kasus 76. Ia kini dalam perawatan intensif di RS Gatot Subroto.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Bahan Alam dari Indonesia untuk Cegah Corona.

Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Bahan Alam dari Indonesia untuk Cegah Corona. 







Indonesia Viral - Para peneliti dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan kandidat potensial sebagai obat untuk mencegah terjangkit virus corona alias Covid-19.

Hal itu terungkap dari keterangan tertulis yang dirilis Kepala Humas dan KIP UI Amelita Lusia, Jumat, 13 Maret 2020.


Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Penelitian ini didasarkan atas hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus. Kemudian diperoleh beberapa golongan senyawa tersebut berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus corona) atau COVID-19.

"Hasil temuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona," ujar Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam.

Gabungan peneliti UI dan IPB itu terdiri dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI. Kemudian Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB.

Gabungan peneliti multidisiplin ini melakukan analisis big data dan machine learning, dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI dari sejumlah 1.377 senyawa herbal.

Pemetaan farmakofor dilakukan dengan metode struktur dan ligan. Kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

Adapun hasilnya telah disampaikan saat Seminar dan Workshop “Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diadakan tanggal 3-5 Maret 2020, di Fakultas Kedokteran UI.[]

Gara-gara Virus Corona, Sudah 63 Kampus di Indonesia Putuskan Belajar Online

 Gara-gara Virus Corona, Sudah 63 Kampus di Indonesia Putuskan Belajar Online



Indonesia Viral - Wabah virus corona membuat sejumlah kampus di Indonesia memutuskan proses belajar mengatakan dilakukan lewat fasilitas video conference secara online. Jangka waktunya beragam: dari seminggu hingga 3 bulanan atau akhir semester.

Hingga Sabtu sore, 14 Maret 2020, setidaknya sudah 63 kampus yang menyatakan proses belajar mengajar akan dilakukan secara online. Berikut adalah daftarnya.

1. UI
2. ITB
3. UGM
4. UNPAD
5. STAN
6. BINUS
7. Universitas Multimedia Nusantara
8. Univ Mustopo Beragama
9. UNIKA Atmajaya Jakarta
10. Univ YARSI Jakarta
11. Univ Negeri Yogyakarta
12. Univ Pelita Harapan
13. Univ Gunadarma
14. Univ Tarumanegara
15. Univ Bunda Mulia
16. Univ Muhammadiyah Surakarta
17. Univ Widyatama Bandung
18. UIN Sunan Ampel Surabaya
19. London School of Public Relations
20. Kampus ESMOD
21. Univ Pembangunan Jakarta
22. PPM Manajemen Jakarta
23. President University Cikarang
24. Univ Sebelas Maret Surakarta
25. Univ Al-Azhar Indonesia
26. STMKG Banten
27. STIKOM Bali
28. Univ Negeri Yogyakarta
29. Univ Paramadina Jakarta
30. Univ Tujuh Belas Agustus 1945 Jakarta
31. UNIKA Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta
32. STEI Indonesia Rawamangun
33. IAIN Surakarta
34. ITL Trisakti Jakarta
35. Univ Muhammadiyah Jakarta
36. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
37. Univ Muhammadiyah Yogyakarta
38. Univ Muhammadiyah Purwokerto
39. UHAMKA Fakultas Ilmu Kesehatan
40. IPDN Jatinangor (Pasca Sarjana)
41. Univ Bung Karno
42. Univ Lampung
43. Univ Ahmad Dahlan Yogyakarta
44. Univ Pakuan Bogor
45. STABA Bandung Kelas B
46. POLTEKES Malang
47. Univ Amikom Yogyakarta
48. UNISMA Bekasi Fak Ekonomi
49. Univ Duta Bangsa Surakarta
50. Univ Falatehan
51. Univ Negeri Surabaya
52. Univ Mercubuana Yogyakarta
53. UII Yogyakarta
54. Univ Bakrie
55. Univ Slamet Riyadi Surakarta
56. UPI (Disarankan)
57. ISI Yogyakarta
58. UNISBA Bandung
59. Univ. Esa Unggul
60. Univ. Teknologi Mataram
61. Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
62. STIE Kusuma Negara/ Kusuma Negara Business School
63.Fak Dakwah-Komunikasi UIN Jakarta

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Ridwan Kamil Pastikan Pegawai Telkom yang Meninggal di RS Cianjur Ternyata Positif Corona

Sempat Dinyatakan Negatif, Ridwan Kamil Pastikan Pegawai Telkom yang Meninggal di RS Cianjur  Positif Corona 



Indonesia Viral
- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan kesimpangsiuran informasi terkait meninggalnya seorang pegawai Telkom di RS Cianjur, Jawa Barat. Menurut Emil, pegawai Telkom yang meninggal itu positif terjangkit virus corona.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, hingga Minggu, 15 Maret 2020, ada tujuh pasien positif di wilayahnya, termasuk pegawai Telkom yang meninggal itu.

Sempat dinyatakan negatif Corona, seorang pegawai PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang dirawat di RS Dr Hafidz (RSDH) Cianjur ternyata positif Corona. Pria tersebut sempat dirawat di Bekasi, dan mencari pengobatan alternatif sejak akhir Februari hingga awal Maret 2020.

Namun, kondisinya terus menurun hingga dilarikan ke RSDH. Pasien dalam pengawasan (PDP) itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 3 Maret 2020 lalu.

"Satu warga Bekasi di Cianjur yang meninggal dunia. Kemudian di Kabupaten Bekasi ada istri dan anak dari pasien meninggal dunia di Cianjur juga positif (Corona)," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu, 15 Maret 2020.

"Ketika meninggal diketahui negatif, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut ternyata positif," ujar Emil menambahkan.

Selain ketiga orang tersebut, dua orang warga Depok, seorang warga Kota Bandung, dan seorang warga Kota Cirebon, juga positif Corona.

"Orang dalam pemantauan (ODP) 706, sudah selesai isolasi ada 256, masih dipantau 448. Sementara yang PDP ada 82, 54 negatif dan 28 masih menunggu hasil, enam positif (di luar yang meninggal)," tutur Emil.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Sempat Duduk di Sebelah Menteri Perhubungan Budi Karya yang Positif Corona, Ini Hasil Pemeriksaan Sofyan Djalil

Sempat Duduk di Sebelah Menteri Perhubungan Budi Karya yang Positif Corona, Ini Hasil Pemeriksaan Sofyan Djalil 

 

Indonesia Viral - Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil sempat dipertanyakan kesehatannya. Sebab, dalam rapat kabinet di Istana Negara pada 11 Maret lalu, Sofyan duduk bersebelahan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang belakangan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sofyan Djalil pun segera memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2020. Hasilnya, menurut Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati, Sofyan Djalil negatif corona.

"Kami informasikan bahwa Pak Menteri sudah check di RSPAD dan hasilnya negatif," kata Yulia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.

"Dengan telah dirilisnya berita Menhub positif Covid-19 di TV, maka beberapa wartawan dan teman2 Jajaran ATR/BPN bertanya bagaimana dengan Pak Menteri ATR/BPN karena di ratas duduknya bersebelahan dengan Pak Budi Karya," tambah Yulia.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai menteri yang selalu berada di garis depan dalam penanganan dampak virus corona jenis baru atau Covid-19. Pada Sabtu (14/2) malam, di Jakarta, Pratikno mengumumkan Budi Karya menjadi salah satu pasien positif Covid-19 dan kini dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Budi Karya diidentifikasi sebagai pasien 76 yang positif corona di Indonesia. Pratikno mengatakan saat ini, kondisi Budi Karya sudah membaik.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat yang Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani

Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani

 

Indonesia Viral
- Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badarudin meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2020). Tak lama, beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang melarang orang melayat ke rumah duka.

Dalam pesan itu, larangan disebut-sebut berasal dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Sejauh ini, Menteri Keuangan menghimbau untuk tidak melayat ke kediaman duka. Segera akan diinformasikan apabila situasi sudah memungkinkan," demikian bunyi pesan larangan melayat itu.



Pesan itu diduga terkait dengan wabah virus corona yang sedang melanda berbagai negara di sekujur bumi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti yang akrab disapa Frans mengatakan tidak tahu menahu tentang pesan larangan itu.

"Saya tidak tahu tentang info tersebut. Informasi dari siapa ya?," kata Frans, Sabtu (14/3/2020).

Sebelumnya, Kiagus Ahmad dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persabahatan, Jakarta Timur.

Kabar itu disampaikan oleh mantan Kabag Humas PPATK Hendri Hanafi. Hendri menyatakan mendiang Kiagus sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.

"Iya, iya benar beberapa hari ini dirawat di RSUP Persahabatan. Jenazah masih di RSUP Persahabatan," kata Hendri saat dihubungi, Sabtu

Mantan Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga mengabarkan kabar dua soal wafatnya Kiagus Ahmad. Kabar duka itu disampaikan Laode melalui akun twitter pribadinya @LaodeMSyarif, Laode meras aberduka.

"Pak KIAGUS AHMAD BADARUDDIN Kepala @PPATK mantan Direktur di @KPK_RI dan Pegawai senior @KemenkeuRI. Kami sangat berdukam bapak adalah salah satu orang terbaik yang saya pernah ketemu di Negeri ini. Cakap-Tulus-Rendah Hati. Bapak salah satu Role Model saya. Alfatihah," tulis Laode.

Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab meninggalkan Badaruddin, apakah terkait virus corona atau tidak.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota

Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota 



Indonesia Viral - Raffi Ahmad
mengumumkan membatalkan acara Rans Carnival yang sejatinya akan digelar di Makassar dan Manado mulai 17 Maret hingga 19 April 2020.

Pengumuman itu disampaikan Raffi Ahmad lewat akun Instagram resminya pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Menurut Raffi, Rans Carnival semula menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, kini acara itu dibatalkan.

"Acara Rans Carnival yang rencananya akan diadakan di Kota Makassar pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lapangan Trans Studio Makassar dan Manado pada 17, 18, 19 April di kawasan Pohon Kasih Megamas dengan berat hati kami putuskan ditunda," tulisnya.

Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah maraknya penyebaran virus corona alias covid-19 di Indonesia.

"PT. Rans Karnival Indonesia sebagai pihak penyelenggara mempertimbangkan himbauan dari Pemerintah RI untuk menghindari pusat keramaian sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)," sambungnya.

Atas kejadian ini, Raffi Ahmad sendiri meminta maaf kepada para pengunjung yang sudah terlanjur membeli tiket acara. Menurutnya kesehatan saat ini yang paling utama.

"Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas penundaan acara ini. Keputusan ini dibuat karenga PT. Rans Karnival Indonesia sangat memprioritaskan kondisi kesehatan seluruh pengunjung dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.

Tak lupa, Raffi juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh penyebaran virus tersebut. Dia minta semua pihak mulai waspada dan menjaga kesehatan.

"Mari kita tetap tenang menghadapi musibah ini, dengan tidak mengganggap enteng atau menanggapi dengan panik. Jaga kesehatan, jaga fikiran tetap ceria. Tetap yakin Indonesia akan ceria tanpa virus corona," imbuhnya.

Seperti diketahui, event itu nantinya akan digelar di 14 kota di Indonesia, mulai dari kota Makassar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, Sidoarjo, Banyuwangi, Semarang, Cirebon, Jambi, Padang, Medan, Palembang, Bandung dan ditutup di Cikarang pada bulan Desember 2020.

Acara tersebut akan diisi oleh penyanyi terkenal seperti Cita Citata, Andmesh, Ungu hingga Rossa.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]



Sutradara Doraemon, Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

Tsutomu Shibayama dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Doraemon, dengan kontribusi besar dalam industri animasi Jepang selama lebih dar...