Minggu, 15 Maret 2020

Cegah Virus Corona, Anies Kurangi Rute dan Jam Operasional MRT, LRT dan Busway Transjakarta

Cegah Virus Corona, Anies Kurangi Rute dan Jam Operasional MRT, LRT dan Busway Transjakarta 



* Hanya beroperasi pukul pukul 06.00 - 18.00
* MRT dari 16 kereta, tinggal 4 kereta
* Transjakarta dari 248 rute, tinggal 13 rute
* LRT yang sebelumnya tersedia setiap 10 menit, menjadi 30 menit


Indonesia Viral - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memangkas jam operasi tiga angkutan umum di Jakarta yakni MRT, LRT dan Transjakarta. Kebijakan ii dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Anies menyebutkan, ketiga moda transportasi itu hanya akan melayani warga dari pukul 06.00 -18.00 WIB. Pembatasan jam operasi itu mulai diterapkan Senin, 16 Maret 2020.

Untuk MRT, Anies juga mengurangi jumlah kereta yang biasa melayani penumpang.

"Rangkaian MRT yang setiap hari ada 16 rangkaian akan berubah menjadi empat rangkaian," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Facebook Pemprov DKI, Minggu.

Selain pengurangan rangkaian, jadwal kedatangan kereta juga jadi lebih lama. Biasanya jadwal kedatangan kereta MRT setiap 5-10 menit, kini menjadi setiap 20 menit.

Pengurangan juga dilakukan pada LRT Jakarta. Semula kereta melintas setiap 10 menit, kini  berubah menjadi setiap 30 menit.

"Transjakarta yang saat ini melayani 248 rute akan diubah signifikan, dikurangi hanya menjadi 13 rute," ucap Anies.

Anies mengatakan transportasi umum menjadi salah satu titik paling berbahaya penyebaran virus corona.

Karena itu, dengan pembatasan yang dilakukan Pemprov DKI, ia berharap warga membatasi aktivitas di luar rumah agar virus tak menyebar kemana-mana.

Jumlah pasien positif terpapar virus corona tipe 2 di Indonesia bertambah menjadi 117 kasus hingga hari Minggu ini.

Di bawah ini adalah siaran pers dari busway Transjakarta yangg diterima pada Minggu malam, 15 Maret 2020.

PT Transportasi Jakarta mulai malam ini memberhentikan layanan angkutan malam hari dan memberlakukan pola operasi khusus mulai besok hingga 14 hari ke depan, sehingga mulai malam ini Transjakarta hanya beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

Untuk senin besok,16 hingga 30 Maret 2020 layanan Transjakarta hanya beroperasi di 13 rute dengan headway 20 menit dengan waktu operasional mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Ini berarti seluruh layanan
non koridor (Non BRT), Royaltrans dan Mikrotrans ditiadakan.

Langkah ini diambil menindaklanjuti instruksi Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan yang diumumkan sore ini pukul 17.00 WIB perihal pembatasan layanan angkutan umum di DKI Jakarta secara ekstrem untuk mengurangi potensi penularan COVID 19.

Penetapan pengurangan interaksi fisik diterapkan di halte dan bus Transjakarta yang melintas di 13 koridor. Hal ini dilakukan dengan memberikan jarak antar individu sejauh satu hingga dua meter dalam ruang publik transportasi seperti di halte dan di dalam bus.

Untuk di halte, Transjakarta akan memberikan marka dimana pelanggan harus berdiri dengan jarak yang sudah diatur. Untuk di Bus, pelanggan akan dilakukan pengaturan jarak duduk sehingga meminimalisasi interaksi fisik antar pelanggan. Petugas halte dan petugas keamanan akan membantu pengaturan duduk di dalam bus dan diharapkan pelanggan dapat ikut seperti arahan yang ditentukan untuk kesehatan dan kenyamanan pelanggan.

Transjakarta juga akan menerapkan pembatasan jumlah pelanggan pada halte dan mengharapkan kesabaran pelanggan untuk ikut dalam tata tertib yang telah diberlakukan. Lebih jauh Transjakarta melipatgandakan sanitasi halte dan bus dengan melakukan pencucian bus dan interiornya lebih sering, melakukan pembersihan seluruh interior halte dengan interval yang lebih sering juga pemasangan seluruh hand sanitizer di bus dan memastikan ketersediaan isi ulangnya di halte dan bus.

Untuk sementara ini, Transjakarta juga mengubah pola pengurusan kartu gratis. Pengurusan secara langsung ke kantor kami istirahatkan terlebih dahulu.

Pelanggan kami sarankan untuk melakukan pengurusan melalui sistem online layanan pelanggan 1500-102 atau e-mail naiktije@transjakarta.co.id

Berikut adalah nomor bus, tujuan dan rute yang beroperasi mulai tanggal 16 hingga 30 maret 2020 :

1. BLOK M - KOTA

2. PULO GADUNG 1 - HARMONI

3. KALIDERES - PASAR BARU

4. PULO GADUNG 2 - TOSARI

5. KAMPUNG MELAYU - ANCOL

6. RAGUNAN - HALIMUN

7. KAMPUNG RAMBUTAN - KAMPUNG MELAYU

8. LEBAK BULUS – HARMONI9. PINANG RANTI - PLUIT

10. PGC 2 - TANJUNG PRIOK

11. KAMPUNG MELAYU - PULO GEBANG

12. PENJARINGAN - SUNTER BOULEVARD BARAT

13. 13A PURI BETA - BLOK M

Tetap pantau media sosial resmi Transjakarta di Twitter : PT_Transjakarta dan IG : pt_transjakarta untuk mendapatkan informasi layanan terkini.

Manajemen Transjakarta
Info lebih lanjut :
Nadia Diposanjoyo
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta
Email : humas@transjakarta.co.id
Telp : 021-80879449

Sabtu, 14 Maret 2020

Menhub Budi Karya Positif Corona, Kualat dengan Omongannya Sendiri?

Positif Corona, Menhub Budi Karya Kualat dengan Omongannya Sendiri?



Indonesia Viral - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus corona dan diumumkan oleh Mensegneg Pratikno dan dokter dari RSPAD Gatot Soebroto pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Sebelumnya, Budi Karya Sumadi ternyata pernah berkelakar bahwa Indonesia kebal virus corona.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato ilmiah di acara peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-74 di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta pertengahan Februari 2020 lalu.

Ketika itu, Budi Sumadi melempar guyonan bahwa tidak ditemukannya kasus orang terjangkit virus Corona di Indonesia ketika itu karena masyarakatnya memiliki kekebalan tubuh lantaran setiap hari gemar makan nasi kucing.

"Tapi (ini) guyonan sama Pak Presiden ya, Insya Allah ya, virus corona tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal," katanya seperti dilansir dari Antara.

Ketika Budi Sumadi melontarkan guyonan itu, wabah virus corona telah menjalar dari Wuhan di China ke berbagai negara di dunia sejak akhir Desember 2019. Sementara di Indonesia, belum ada kasus yang ditemukan.

Barulah pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua pasien yang positif corona setelah berinteraksi dengan seorang warga Jepang yang datang ke Jakarta.

Budi Karya sendiri saat ini merupakan pasien kasus 76. Ia kini dalam perawatan intensif di RS Gatot Subroto.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Bahan Alam dari Indonesia untuk Cegah Corona.

Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Bahan Alam dari Indonesia untuk Cegah Corona. 







Indonesia Viral - Para peneliti dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan kandidat potensial sebagai obat untuk mencegah terjangkit virus corona alias Covid-19.

Hal itu terungkap dari keterangan tertulis yang dirilis Kepala Humas dan KIP UI Amelita Lusia, Jumat, 13 Maret 2020.


Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Penelitian ini didasarkan atas hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus. Kemudian diperoleh beberapa golongan senyawa tersebut berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus corona) atau COVID-19.

"Hasil temuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona," ujar Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam.

Gabungan peneliti UI dan IPB itu terdiri dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI. Kemudian Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB.

Gabungan peneliti multidisiplin ini melakukan analisis big data dan machine learning, dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI dari sejumlah 1.377 senyawa herbal.

Pemetaan farmakofor dilakukan dengan metode struktur dan ligan. Kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

Adapun hasilnya telah disampaikan saat Seminar dan Workshop “Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diadakan tanggal 3-5 Maret 2020, di Fakultas Kedokteran UI.[]

Gara-gara Virus Corona, Sudah 63 Kampus di Indonesia Putuskan Belajar Online

 Gara-gara Virus Corona, Sudah 63 Kampus di Indonesia Putuskan Belajar Online



Indonesia Viral - Wabah virus corona membuat sejumlah kampus di Indonesia memutuskan proses belajar mengatakan dilakukan lewat fasilitas video conference secara online. Jangka waktunya beragam: dari seminggu hingga 3 bulanan atau akhir semester.

Hingga Sabtu sore, 14 Maret 2020, setidaknya sudah 63 kampus yang menyatakan proses belajar mengajar akan dilakukan secara online. Berikut adalah daftarnya.

1. UI
2. ITB
3. UGM
4. UNPAD
5. STAN
6. BINUS
7. Universitas Multimedia Nusantara
8. Univ Mustopo Beragama
9. UNIKA Atmajaya Jakarta
10. Univ YARSI Jakarta
11. Univ Negeri Yogyakarta
12. Univ Pelita Harapan
13. Univ Gunadarma
14. Univ Tarumanegara
15. Univ Bunda Mulia
16. Univ Muhammadiyah Surakarta
17. Univ Widyatama Bandung
18. UIN Sunan Ampel Surabaya
19. London School of Public Relations
20. Kampus ESMOD
21. Univ Pembangunan Jakarta
22. PPM Manajemen Jakarta
23. President University Cikarang
24. Univ Sebelas Maret Surakarta
25. Univ Al-Azhar Indonesia
26. STMKG Banten
27. STIKOM Bali
28. Univ Negeri Yogyakarta
29. Univ Paramadina Jakarta
30. Univ Tujuh Belas Agustus 1945 Jakarta
31. UNIKA Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta
32. STEI Indonesia Rawamangun
33. IAIN Surakarta
34. ITL Trisakti Jakarta
35. Univ Muhammadiyah Jakarta
36. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
37. Univ Muhammadiyah Yogyakarta
38. Univ Muhammadiyah Purwokerto
39. UHAMKA Fakultas Ilmu Kesehatan
40. IPDN Jatinangor (Pasca Sarjana)
41. Univ Bung Karno
42. Univ Lampung
43. Univ Ahmad Dahlan Yogyakarta
44. Univ Pakuan Bogor
45. STABA Bandung Kelas B
46. POLTEKES Malang
47. Univ Amikom Yogyakarta
48. UNISMA Bekasi Fak Ekonomi
49. Univ Duta Bangsa Surakarta
50. Univ Falatehan
51. Univ Negeri Surabaya
52. Univ Mercubuana Yogyakarta
53. UII Yogyakarta
54. Univ Bakrie
55. Univ Slamet Riyadi Surakarta
56. UPI (Disarankan)
57. ISI Yogyakarta
58. UNISBA Bandung
59. Univ. Esa Unggul
60. Univ. Teknologi Mataram
61. Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
62. STIE Kusuma Negara/ Kusuma Negara Business School
63.Fak Dakwah-Komunikasi UIN Jakarta

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Ridwan Kamil Pastikan Pegawai Telkom yang Meninggal di RS Cianjur Ternyata Positif Corona

Sempat Dinyatakan Negatif, Ridwan Kamil Pastikan Pegawai Telkom yang Meninggal di RS Cianjur  Positif Corona 



Indonesia Viral
- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan kesimpangsiuran informasi terkait meninggalnya seorang pegawai Telkom di RS Cianjur, Jawa Barat. Menurut Emil, pegawai Telkom yang meninggal itu positif terjangkit virus corona.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, hingga Minggu, 15 Maret 2020, ada tujuh pasien positif di wilayahnya, termasuk pegawai Telkom yang meninggal itu.

Sempat dinyatakan negatif Corona, seorang pegawai PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang dirawat di RS Dr Hafidz (RSDH) Cianjur ternyata positif Corona. Pria tersebut sempat dirawat di Bekasi, dan mencari pengobatan alternatif sejak akhir Februari hingga awal Maret 2020.

Namun, kondisinya terus menurun hingga dilarikan ke RSDH. Pasien dalam pengawasan (PDP) itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 3 Maret 2020 lalu.

"Satu warga Bekasi di Cianjur yang meninggal dunia. Kemudian di Kabupaten Bekasi ada istri dan anak dari pasien meninggal dunia di Cianjur juga positif (Corona)," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu, 15 Maret 2020.

"Ketika meninggal diketahui negatif, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut ternyata positif," ujar Emil menambahkan.

Selain ketiga orang tersebut, dua orang warga Depok, seorang warga Kota Bandung, dan seorang warga Kota Cirebon, juga positif Corona.

"Orang dalam pemantauan (ODP) 706, sudah selesai isolasi ada 256, masih dipantau 448. Sementara yang PDP ada 82, 54 negatif dan 28 masih menunggu hasil, enam positif (di luar yang meninggal)," tutur Emil.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Sempat Duduk di Sebelah Menteri Perhubungan Budi Karya yang Positif Corona, Ini Hasil Pemeriksaan Sofyan Djalil

Sempat Duduk di Sebelah Menteri Perhubungan Budi Karya yang Positif Corona, Ini Hasil Pemeriksaan Sofyan Djalil 

 

Indonesia Viral - Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil sempat dipertanyakan kesehatannya. Sebab, dalam rapat kabinet di Istana Negara pada 11 Maret lalu, Sofyan duduk bersebelahan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang belakangan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sofyan Djalil pun segera memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2020. Hasilnya, menurut Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati, Sofyan Djalil negatif corona.

"Kami informasikan bahwa Pak Menteri sudah check di RSPAD dan hasilnya negatif," kata Yulia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.

"Dengan telah dirilisnya berita Menhub positif Covid-19 di TV, maka beberapa wartawan dan teman2 Jajaran ATR/BPN bertanya bagaimana dengan Pak Menteri ATR/BPN karena di ratas duduknya bersebelahan dengan Pak Budi Karya," tambah Yulia.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai menteri yang selalu berada di garis depan dalam penanganan dampak virus corona jenis baru atau Covid-19. Pada Sabtu (14/2) malam, di Jakarta, Pratikno mengumumkan Budi Karya menjadi salah satu pasien positif Covid-19 dan kini dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Budi Karya diidentifikasi sebagai pasien 76 yang positif corona di Indonesia. Pratikno mengatakan saat ini, kondisi Budi Karya sudah membaik.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat yang Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani

Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani

 

Indonesia Viral
- Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badarudin meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2020). Tak lama, beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang melarang orang melayat ke rumah duka.

Dalam pesan itu, larangan disebut-sebut berasal dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Sejauh ini, Menteri Keuangan menghimbau untuk tidak melayat ke kediaman duka. Segera akan diinformasikan apabila situasi sudah memungkinkan," demikian bunyi pesan larangan melayat itu.



Pesan itu diduga terkait dengan wabah virus corona yang sedang melanda berbagai negara di sekujur bumi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti yang akrab disapa Frans mengatakan tidak tahu menahu tentang pesan larangan itu.

"Saya tidak tahu tentang info tersebut. Informasi dari siapa ya?," kata Frans, Sabtu (14/3/2020).

Sebelumnya, Kiagus Ahmad dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persabahatan, Jakarta Timur.

Kabar itu disampaikan oleh mantan Kabag Humas PPATK Hendri Hanafi. Hendri menyatakan mendiang Kiagus sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.

"Iya, iya benar beberapa hari ini dirawat di RSUP Persahabatan. Jenazah masih di RSUP Persahabatan," kata Hendri saat dihubungi, Sabtu

Mantan Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga mengabarkan kabar dua soal wafatnya Kiagus Ahmad. Kabar duka itu disampaikan Laode melalui akun twitter pribadinya @LaodeMSyarif, Laode meras aberduka.

"Pak KIAGUS AHMAD BADARUDDIN Kepala @PPATK mantan Direktur di @KPK_RI dan Pegawai senior @KemenkeuRI. Kami sangat berdukam bapak adalah salah satu orang terbaik yang saya pernah ketemu di Negeri ini. Cakap-Tulus-Rendah Hati. Bapak salah satu Role Model saya. Alfatihah," tulis Laode.

Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab meninggalkan Badaruddin, apakah terkait virus corona atau tidak.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota

Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota 



Indonesia Viral - Raffi Ahmad
mengumumkan membatalkan acara Rans Carnival yang sejatinya akan digelar di Makassar dan Manado mulai 17 Maret hingga 19 April 2020.

Pengumuman itu disampaikan Raffi Ahmad lewat akun Instagram resminya pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Menurut Raffi, Rans Carnival semula menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, kini acara itu dibatalkan.

"Acara Rans Carnival yang rencananya akan diadakan di Kota Makassar pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lapangan Trans Studio Makassar dan Manado pada 17, 18, 19 April di kawasan Pohon Kasih Megamas dengan berat hati kami putuskan ditunda," tulisnya.

Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah maraknya penyebaran virus corona alias covid-19 di Indonesia.

"PT. Rans Karnival Indonesia sebagai pihak penyelenggara mempertimbangkan himbauan dari Pemerintah RI untuk menghindari pusat keramaian sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)," sambungnya.

Atas kejadian ini, Raffi Ahmad sendiri meminta maaf kepada para pengunjung yang sudah terlanjur membeli tiket acara. Menurutnya kesehatan saat ini yang paling utama.

"Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas penundaan acara ini. Keputusan ini dibuat karenga PT. Rans Karnival Indonesia sangat memprioritaskan kondisi kesehatan seluruh pengunjung dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.

Tak lupa, Raffi juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh penyebaran virus tersebut. Dia minta semua pihak mulai waspada dan menjaga kesehatan.

"Mari kita tetap tenang menghadapi musibah ini, dengan tidak mengganggap enteng atau menanggapi dengan panik. Jaga kesehatan, jaga fikiran tetap ceria. Tetap yakin Indonesia akan ceria tanpa virus corona," imbuhnya.

Seperti diketahui, event itu nantinya akan digelar di 14 kota di Indonesia, mulai dari kota Makassar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, Sidoarjo, Banyuwangi, Semarang, Cirebon, Jambi, Padang, Medan, Palembang, Bandung dan ditutup di Cikarang pada bulan Desember 2020.

Acara tersebut akan diisi oleh penyanyi terkenal seperti Cita Citata, Andmesh, Ungu hingga Rossa.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]



Benarkah Mendagri Tito Karnavian dan Istri Positif Corona?

Benarkah Mendagri Tito Karnavian dan Istri Positif Corona?




Indonesia Viral - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disebut-sebut positif terjangkit virus corona. Benarkah?

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bachtiar membantahnya.

Dalam siaran pers tertanggal 14 Maret 2020, Bachtiar  mengatakan isu Mendagri dan istri  terjangkit virus corona menyebar setelah keduanya terlihat mendatangi Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta.

Bachtiar memastikan Menteri Tito dan istri dalam keadaan sehat walafiat.

"Bapak Mendagri dan Ibu Alhamdulilah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tidak benar apabila ada informasi bahwa beliau sakit, mari kita lawan hoax", tegasnya.

Lebih lanjut, Bahtiar mengungkapkan bahwa pada Sabtu pagi Mendagri dan Istri menghadiri acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-48 di Posyandu Dakura X, Perumnas Bumi Telukjambe Blok F, Desa Sukaluyu Kabupaten Karawang.

Selain itu bahkan Mendagri Tito Karnavian hadir di Metro TV  membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award.

"Bapak Mendagri beraktivitas seperti biasa dalam keadaan sehat walafiat tadi malam menghadiri acara di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award", ujar Bahtiar.

Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tidak jelas sumbernya terkait kesehatan Mendagri harus dicek dengan baik kebenarannya dan mengajak semua pihak untuk lebih hati-hati dalam mengantisipasi setiap informasi yang sifatnya hoax.

Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Ini Dia Lokasi Persebaran Virus Corona di Indonesia

 Ini Dia Lokasi Persebaran Virus Corona di Indonesia 



Indonesiaviral - Hingga tanggal 14 Maret 2020 setidaknya ada 8 daerah yang warganya dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan pada Sabtu, 14 Maret 2020.

"Kalau kita lihat penyebarannya, sekarang sudah melebar. Jakarta, Jawa Barat termasuk di Bandung, Tangerang. Jawa Tengah di Solo dan Yogyakarta, di Bali, di Manado, di Pontianak," ujar Achmad Yurianto.

Sebelumnya, pemerintah pusat belum pernah mengumumkan lokasi pasien positif virus corona sejak dua kasus pertama disebutkan warga Depok pada awal Maret lalu.

Hingga Jumat sore, pemerintah mengumumkan sudah 96 orang positif terjangkit virus corona, meningkatkan dari 69 orang sehari sebelumnya. Sebanyak 5 orang meningggal dan 8 lainnya dinyatakan sembuh.

Namun begitu, sejauh ini, pemerintah belum membuat peta interaktif persebaran virus corona di Indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Padahal, negara-negara lain seperti Singapura,, Hongkong, Korea Selatan, Italia dll menyiapkan peta yang memperlihatkan persebaran virus. Dengan begitu, masyarakat setempat bisa lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi dini. []







Menteri Budi Karya Positif Corona, Kemensesneg Mulai Kerja dari Rumah

Menteri Budi Karya Positif Corona, Kemensesneg Mulai Kerja dari Rumah





Indonesiaviral - Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus corona, Kementerian Sekretariat Negara memperluas kebijakan remote working alias bekerja dari rumah.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 14 Maret 2020 dan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama.

Disebutkan kebijakan itu dibuat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Pelaksanaan remote working dimonitor oleh atasan langsung (JPT Pratama) dan dilaporkan kepada pejabat Eselon I (JPT Madya) masing-massing.

Para pegawai yang bekerja dari rumah diwajibkan mengisi pencatatan kehadiran dengan cara log in pada intranet Kementerian Sekretariat Negara. Sedangkan proses pelaksanaan pekerjaan menggunakan SPDE Open.


"Surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan ditetapkannya kebijakan baru," begitu antara lain bunyi surat itu.

Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkankan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]

Rabu, 11 Maret 2020

Menjajal Layanan Lacak dan Hapus Jejak Data Digital Kita

Menjajal Layanan Lacak dan Hapus Jejak Data Digital Kita 



Oleh: Yuswardi A. Suud 

Pernahkah Anda membayangkan suatu ketika sebuah platform online diretas hacker, lalu data penggunanya dicuri dan data diri Anda termasuk di dalamnya?  Jika tidak, sebaiknya mulailah pikirkan itu. Apalagi, jika Anda pernah berbelanja online dan memasukkan data kartu kredit atau debit di dalamnya.

Sebaliknya, bisa jadi Anda khawatir namun lupa ke platform mana saja Anda pernah memberikan data diri. Tanpa Anda sadari, bertahun-tahun data diri Anda mengendap di server pusat data mereka.

Saya termasuk golongan ini. Beberapa tahun silam, saya pernah keranjingan belanja online, termasuk belanja aset digital seperti membayar hosting web dan nama domain di situs-situs luar negeri.

Pernah pula, mendaftar di bursa pertukaran crypto currency (mata uang digital) luar negeri seperti Binance Exchange. Belakangan, ketika harga Bitcoin anjlok dua tahun lalu, saya meninggalkannya begitu saja. Padahal, dulu saya diminta kirimkan paspor dan data diri untuk proses verifikasi.

Rutinitas kerja, masalah hidup, terkadang membuat kita melupakannya. Apalagi, jika kita tergolong gampang menyepelekan sesuatu. Ah, itu doang, emang gue pikirin?

Saya baru tersadar ketika makin ke sini, makin banyak kasus-kasus peretasan yang mencuri data pengguna sebuah platform online, lalu disalahgunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya kasus pengambilalihan nomor telepon (SIM card) yang berbuntut pembobolan rekening bank yang dialami wartawan senior Ilham Bintang. Wah, gila itu!

Kemungkinan data Anda bocor akan makin besar jika Anda terbiasa memakai password yang sama di platform berbeda. Walhasil, jika satu platform yang menyimpan data anda diretas, hacker akan mencoba password yang ditemukan di platform itu untuk masuk ke akun online anda di platform lain.

Platform Pelacak Jejak Data
Menyadari keretanan itu, sebuah layanan online bernama saymine.com (disingkat Mine) memfasilitasi orang-orang untuk melacak perusahaaan mana saja yang memegang datanya. Lalu, atas permintaan Anda, situs itu akan menyurati perusahaan agar menghapus data Anda.

Untuk menggunakan layanan ini, Anda akan diminta untuk login menggunakan akun Google atau Microsoft yang anda punya.

Di situsnya, Mine mengatakan akan menjaga data Anda seperti milik mereka sendiri. "Kami tidak akan mengumpulkan, menyimpan, atau mengakses konten data Anda."

Penasaran, saya mencoba layanan ini. Setelah login dengan akun Google, pelacakan dimulai. Hasilnya bikin saya kaget. Bertahun-tahun berselancar di dunia maya, rupanya tanpa saya sadari saya ada 152 perusahaan yang memegang data saya.

Rinciannya: 22 platform memegang data keuangan (nomor rekening bank atau kartu kredit/debit), 80 platform memiliki data identitas saya, 16 perusahaan mengintip prilaku saya di dunia maya (situs apa saja yang saya akses, atau artikel bertema apa saja yang sering saya baca), dan 13 platform lain memegang data sosial media saya.

Saya kemudian memelototi satu demi satu nama-nama perusahaan itu. Beberapa diantaranya tidak saya kenali. Beberapa lainnya sudah almarhum seperti Friendster, Blackberry, dan Multiplay.

Datanya pun cukup detail. Sebagai contoh, di Friendster.com, layanan jejaring pertemanan yang sudah almarhum setelah kemunculan Facebook, akun saya tercatat terakhir aktif pada 16 Maret 2007 pukul 06:05: 43 dengan tiga hit yang tercatat. Bayangkan, itu data 13 tahun lalu!

Tentang data di situs yang tidak saya kenali, saya berpikir keras dari mana mereka mendapat data saya. Sampai akhirnya saya menyadari, mungkin karena saya pernah masuk ke sebuah layanan menggunakan akun Facebook. Situs bikinan Mark Zuckerberg itu memang menyediakan fasilitas yang memungkinkan kita login di platform lain tanpa harus mengisi form biodata, melainkan cukup bermodal data Facebook. Itu hanya satu kemungkinan, bisa jadi kemungkinan lain: data saya dijual ke platform lain.

Nah, jika menggunakan fasilitas itu, Facebook sendiri telah mengumumkan bahwa penyedia layanan pihak ketiga dapat memiliki data kita dan saling bertukar data dengan Facebook. Di Indonesia, fasilitas login mengggunakan akun Facebook ini diantaranya digunakan oleh Gojek.

Saya lantas memilih beberapa nama platform dan meminta Mine memfasilitasi penghapusan data. Di layar, muncul peringatan,"Dengan ini, saya mengerti bahwa akun dan data pribadi akan dihapus. Mine akan mengirim email ke penyedia layanan dan mengirimkan salinannya ke saya."

Bagaimana hasilnya? Mine membutuhkan waktu sekitar seminggu setelah permintaan dikirimkan.

Rights to be Forgotten
Meminta penghapusan data pribadi di platform online adalah hak kita. Kesadaran tentang hak ini makin mencuat setelah Uni Eropa memberlakukan General Data Protection Regulation (GDPR) sejak 2018 lalu. Pada Januari 2020, Undang-undang Privasi Konsumen California juga mengharuskan orang untuk dapat mengakses dan menghapus datanya.

Salah satu aturan mainnya adalah adanya rights to be forgotten. Secara umum, ini adalah hak pemilik data pribadi untuk menghapus data sudah tidak relevan atau tidak digunakan lagi dalam sebuah platform digital. Salah satu tujuannya agar data pribadi tidak disalahgunakan di kemudian hari.

Kepada Venturabeat.com, CEO Mine Gal Ringel mengatakan rata-rata setiap orang setidaknya memberikan akses data kepada 400 perusahaan, dan 80 persen diantaranya tidak digunakan lagi.

Menurut Ringel, perusahaannya menggunakan pembelajaran mesin untuk menjelajahi situs web perusahaan dan mempelajari kebijakan privasi masing-masing perusahaan. Ringer menegaskan, Mine tidak membaca isi email atau menyimpan informasinya.

Ringel bilang, sejak diluncurkan tahun ini, Mine telah mengirimkan 20 ribu permintaan penghapusan data dengan tingkat keberhasilan 64 persen.
"Itu berarti perusahaan menyikapi GDPR dengan sangat serius," katanya. "Kami ingin memberi Anda kepercayaan diri untuk online dan bersenang-senang dan tidak takut memberikan data Anda kepada perusahaan."

Di Indonesia, pemerintah sudah menyerahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk dibahas di DPR RI.
Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, mengatakan, RUU PDP yang disusun pemerintah sudah memperhatikan right to be forgotten. Hanya saja, keputusan akhirnya tergantung pembahasan di DPR RI.

"Komisi I akan mengumpulkan semua sektor-sektor terkait yang mengelola data pribadi. Nanti, dari platform digital juga akan diundang mengenai perspektif data pribadi itu seperti apa," kata Fernandus pertengahan Februari lalu.

Kita sebagai pemilik data, tentunya menunggu pengesahannya. Jangan sampai, kemudahan yang ditawarkan teknologi digital, justru menimbulkan masalah baru: bencana data pribadi! []




Yuswardi A. Suud adalah Editor di Cyberthreat.id. Artikel ini adalah pandangan pribadi penulis, dimuat di Cyberthreat.id pada Rabu, 11 Maret 2020.

Sabtu, 15 Februari 2020

Jiayou! Bagaimana Virus Corona Menghantam Jagat Teknologi

 Jiayou! Bagaimana Virus Corona Menghantam Jagat Teknologi 


Oleh: Yuswardi Ali Suud 

"Due to the Coronavirus, no handshakes please. Thank you."

Pesan itu tertempel di pintu kaca kantor Andreessen Horowitz, sebuah perusahaan modal ventura yang membiayai pendanaan perusahan teknologi di Silicon Valley, Amerika Serikat. Pesannya jelas: meminta agar orang-oraang yang datang ke kantor itu agar tidak berjabat tangan terkait merebaknnya virus corona.

Melansir situs vox.com/recode, tak diketahui pasti sejak kapan Andreessen --investor penting untuk Facebook, Airbnb dan Slack -- menyambut pengunjung yang datang ke kantor itu dengan pesan itu. Namun pesan itu setidaknya memberi gambaran bagaimana perusahaan dalam industri teknologi mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka dari virus mematikan itu.

Virus corona yang kini punya nama resmi Covid-19, hingga Sabtu (15 Februari 2020), seperti dilaporkan AFP, telah merenggut nyawa 1.532 orang (6 diantaranya petugas medis), menginfeksi 66 ribu orang (1.716 diantaranya petugas medis), dan membuat 56 juta orang dikarantina layaknya tahanan rumah. Sebagian besar korban berada di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula akhir Desember lalu.

Larangan berjabat tangan di kantor Andreessen Horowitz (Foto: Vox.com/Recode)

Meski terpisah ribuan kilometer, virus corona telah menyebarkan kekuatiran ke sekujur penjuru dunia. Pada Jumat (14 Februari 2020), kantor berita Reuters melaporkan Covid-19 telah menyebar ke 28 negara.

Di Amerika saja, hingga Kamis (13 Februari), telah ditemukan 15 kasus, termasuk mereka yang dievakuasi dari Wuhan (ibukota Provinsi Hubei), dan menjalani karantina di pangkalan angkatan udara Lackland, San Antonio, Texas. Ada pun di California Utara, termasuk Silicon Valley, terkonfirmasi empat kasus.

Di Silicon Valley, kekuatiran telah menjalar begitu cepat. Media Recode berbicara dengan beberapa karyawan di perusahaan raksasa teknologi dan mendapat jawaban bahwa umumnya karyawan senang perusahaan tempat mereka bekerja mengambil tindakan pencegahan seperti membatasi perjalanan karyawan dan menghentikan operasi di China. Selain peringatan dari perusahaan, sebagian mengamankan diri dengan menggunakan masker wajah jenis P100, seperti yang dilakukan Andre Watson, CEO startup teknologi terapi gen Ligandal.

"Meskipun kecil kemungkinan terinfeksi, tetap semakin tinggi status sosial ekonomi seseorang, risiko tertular akan semakin besar karena tingkat berinteraksi dengan orang lain menjadi lebih tinggi," kata Watson.

Seorang juru bicara departemen kesehatan Distrik Santa Clara di Silicon Valley mengatakan bahwa mengurangi jabat tangan secara umum direkomendasikan untuk mencegah penyebaran pilek dan flu, tetapi tidak khusus untuk virus corona.

Perusahaan hubungan masyarakat yang mewakili Andreessen Horowitz menolak menanggapi permintaan Recode untuk berkomentar tentang larangan berjabat tangan.

Membatasi Perjalanan ke China
Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan teknologi telah mengambil tindakan cepat terkait virus corona. Google, Facebook, dan Apple telah membatasi perjalanan karyawan ke Cina. Bagi karyawan yang baru pulang dari China, dilarang masuk kantor hingga dua minggu.

Salah satu karyawan Google menemukan perusahaan meminta rekan kerja yang mengunjungi China baru-baru ini, terlepas dari wilayah mana, untuk tinggal di rumah selama lebih dari seminggu. Permintaan itu dianggap berlebihan.

"Itu seperti mengatakan Anda tidak bisa masuk jika Anda mengunjungi Chicago karena wabah flu di New York City," kata karyawan itu kepada Recode.

Stanford Graduate School of Business - bisa dibilang tempat pelatihan paling elit di dunia untuk para eksekutif teknologi pemula dan pemodal ventura - telah membatalkan program pertukaran mahasiswa dengan Universitas Tsinghua di Cina. Sekolah mengatakan program itu dibatalkan satu hari setelah dimulai; Stanford mengungkapkan kekhawatiran tentang siswanya terinfeksi di perjalanan.

Pameran Teknologi di Barcelona Dibatalkan

Terpaut ribuan kilometer dari Silicon Valley, di belahan benua Eropa sana, kota Barcelona di Spanyol turut merasakan dampak kekuatiran akibat epidemi virus corona. Sejatinya, Barcelona akan menjadi tuan rumah perhelatan Mobile World Congress (MWC) pada 24 - 27 Februari mendatang. Rencananya, perusahaan-perusahaan raksasa teknologi dari seluruh dunia akan memamerkan produk terbaru mereka di sana.

Namun, meskipun persiapan telah dilakukan, panitia akhirnya mengumumkan membatalkan acara itu pada 12 Februari lalu.

"Dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan sehat di Barelona dan negara tuan rumah, kami memutuskan membatalkan MWC 2020 karena kekuatiran global terkait wabah virus corona, masalah perjalanan, dan kondisi lainnya, membuat acara itu tidak mungkin digelar," kata CEO GSMA John Hoffman selaku pihak penyelenggara.

Sebelum keputusan itu diambil, GSMA sebetulnya telah mencoba melakukan langkah-langkah antisipasi seperti merekomendasikan peserta untuk tidak saling berjabat tangan, hingga melarang pengunjung dari Tiongkok.

Namun, sejumlah perusahaan seperti Vivo, Intel, Sony, Amazon, Nvidia, LG Electronics, Ericcson, sudah memutuskan mundur dari acara itu, bahkan sebelum penyelenggara memutuskan membatalkannya.

Akibat pembatalan pameran itu, Barcelona dilaporkan merugi Rp7,4 triliun, merujuk pada laporan ZDnet.

Facebook Batalkan Acara, IBM Mundur dari Konferensi Keamanan Siber
Kembali ke Amerika. Tindakan membatalkan konferensi global juga dilakukan oleh Facebook dan produsen komputer IBM. Facebook seharusnya dijadwalkan menggelar Facebook Marketing Summit pada awal Maret mendatang. Acara itu, tadinya akan dihadiri 4 ribu orang, termasuk peserta dan panitia. Namun, kekuatiran menjalarnya virus corona membuat acara itu dibatalkan.

“Prioritas kami adalah kesehatan dan keselamatan tim kami, jadi karena sangat hati-hati, kami membatalkan Facebook Marketing Summit karena berkembangnya risiko kesehatan masyarakat terkait virus corona,” kata juru bicara Facebook Anthony Harrison, seperti dikutip dari CNET.

Produsen komputer IBM juga membatalkan mengirim perwakilan ke RSA Conference di San Francisco, Amerika Serikat.

RSA Conference adalah pertemuan membahas keamanan siber. Acara ini akan digelar pada 24 Februari 2020, dan dijadwalkan berlangsung sepekan. Sebelumnya, IBM adalah sponsor resmi acara ini dan selalu mengirim pembicara utama.

“Kesehatan karyawan IBM terus menjadi perhatian utama kami saat kami memantau acara mendatang dan melakukan perjalanan relatif terhadap virus Corona. Kami membatalkan partisipasi kami dalam konferensi RSA tahun ini,” tulis IBM.

Meski tanpa kehadiran IBM, penyelenggara RSA Conference mengatakan bahwa mereka masih berencana melanjutkan acara tersebut sesuai dengan jadwal. Tapi dengan catatan, mereka akan terus mengikuti bimbingan organisasi kesehatan dan pemerintah kota San Francisco.

Serangan di Dunia Maya
Tak hanya di dunia nyata, ancaman virus corona juga muncul di dunia maya dalam bentuk lain: penyebaran malware berbahaya yang dapat menginfeksi data di perangkat.

Ya, ini bukan tentang virus corona dalam artinya sebenarnya, melainkan tentang penjahat siber yang mendompleng ketenaran virus corona.

Temuan IBM X-Force dan Kapersky pada akhir Januari lalu menyebutkan, pelaku mengirim email yang melampirkan tips mencegah seseorang terinfeksi virus corona. Namun, sejatinya itu adalah jebakan. Ketika penerima email mengunduh file-nya, maka komputer atau perangkatnya akan terinfeksi oleh Trojan Emotet yang terkenal kejam.

“Sebagian besar email ditulis dalam bahasa Jepang,” kata peneliti. Subjek dari email berisi tanggal saat ini dan kata dalam bahasa Jepang yang berarti “notifikasi”.

"Email-email tersebut tampaknya dikirim oleh penyedia layanan kesejahteraan penyandang cacat di Jepang," demikian laporan IBM X-Force seperti dikutip ThreatPost yang diakses Jumat (31 Januari 2020).

"Tulisan di tubuh email secara singkat menyatakan bahwa ada laporan pasien virus korona di prefektur Gifu di Jepang dan mendesak pembaca untuk melihat dokumen terlampir."

Contoh email phishing terkait vifrus corona

Versi lain memiliki bahasa yang sama, tetapi memperingatkan laporan infeksi di berbagai prefektur Jepang, termasuk Osaka dan Tottori. Email juga memiliki catatan kaki dengan alamat surat, nomor telepon dan faksmili yang sah untuk otoritas kesehatan masyarakat yang relevan untuk prefektur yang ditargetkan—untuk memberikan kesan keaslian.

Dokumen terlampir, ketika dibuka, memunculkan pesan Office 365 yang meminta pengguna untuk "mengaktifkan konten" jika dokumen telah dibuka dalam tampilan yang dilindungi, menurut analisis IBM X-Force.

Seperti halnya sebagian besar serangan yang ditularkan melalui email Emotet, jika lampiran dibuka dengan makro yang diaktifkan, skrip makro VBA yang dikaburkan akan membuka Powershell dan menginstal pengunduh Emotet di latar belakang.

Bukan hanya Emotet yang ingin menabur infeksi di balik ancaman yang semakin meningkat. Kaspersky telah melihat beberapa kampanye spam muncul dalam beberapa minggu terakhir yang berisi berbagai lampiran bertema virus korona.

"File berbahaya yang ditemukan ditutup dengan kedok file .PDF, .MP4, .DOC tentang virus corona," kata para peneliti Kaspersky.

"Nama-nama file menyiratkan bahwa mereka berisi instruksi video tentang bagaimana melindungi diri Anda dari virus, memperbarui ancaman dan bahkan prosedur pendeteksian virus, yang sebenarnya tidak demikian,” tutur peneliti.

Faktanya, file-file tersebut berisi sekumpulan ancaman, termasuk Trojan dan Worm yang "mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, dan mengganggu operasi komputer atau jaringan," menurut peneliti Kaspersky. Sejauh ini, 10 dokumen berbeda telah terlihat beredar.

IBM X-Force juga memperingatkan bahwa operator Emotet mungkin akan segera memperluas penargetan mereka di luar Jepang.

“Ini mungkin akan mencakup bahasa lain juga, tergantung pada dampak wabah virus korona. Dalam sampel pertama ini, korban Jepang mungkin menjadi sasaran karena kedekatannya dengan China. Sayangnya, sangat umum bagi pelaku ancaman untuk mengeksploitasi emosi dasar manusia seperti ketakutan, terutama jika suatu peristiwa global telah menyebabkan teror dan kepanikan,” tutur IBM X-Force.

Tantangan Bagi Industri Teknologi
Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh virus corona telah memunculkan kekuatiran akan masa depan dan keberlanjutan bisnis secara global.
Edward Minyard, konsultan senior di IP Architects, kepada Dark Reading mengatakan, faktor utama yang menjadi masalahnya bukan karena seorang pekerja, misalnya, terinfeksi corona. Melainkan, dampak yang timbul setelah itu.

Kekuatirannya adalah bahwa karyawan, kontraktor, dan penyedia layanan yang tidak teriinfeksi tetap dapat dikarantina karena secara fisik berada dekat dengan individu yang terinfeksi.

"Jika Anda memiliki 200 pekerja yanvg bekerja di satu tempat, lalu salah satu dari mereka terinfeksi, maka kemungkinan besar pemerintah akan mengkarantina semua orang," kata Minyard.

"Dari perspektif kelangsungan bisnis dan kelangsungan operasi, ini adalah hal yang nyata," katanya.

"Ini bukan sepekulasi. Ini sedang terjadi, dan kita tidak tahu seberapa buruknya. Jika Anda menempatkan semua telur dalam satu keranjang, saya akan memikirkan rencana yang berbeda,' kata Manyard.

Akankah industri teknologi memenangkan pertarungan ini, atau justru dihantam lebih keras? Jika di Wuhan ada teriakan "Jiayou Wuhan" untuk menyemangati para korban, mungkin kita juga perlu menyemangati industri teknologi dengan kata serupa: Jiayou! Ayo, tetap semangat. []

Jumat, 14 Februari 2020

Ketika OTP Berbasis SMS Tak Lagi Sakti Lindungi Uang Kita

Ketika OTP Berbasis SMS Tak Lagi Sakti Lindungi Uang Kita


Oleh: Yuswardi Ali Suud

Penipuan dengan mencuri pasword sekali pakai (OTP) berbasis SMS kian marak terjadi. Para penjahat memanfaatkan celah keamanannya. Bisa karena kelalaian pengguna yang memberikan OTP ke orang lain, kelalaian operator telekomunikasi dalam menjaga nomor telepon pelanggan, maupun menipu penyedia layanan keuangan seperti perbankan.

Terbaru adalah kasus yang menimpa wartawan senior Ilham Bintang. Rekening bank dan kartu kredit pendiri media infotainment Cek&Ricek itu berhasil dibobol penjahat siber setelah memperdaya petugas operator selular Indosat dan mengambil alih nomor telepon yang sebelumnya dipakai Ilham. Dengan menguasai nomor teleponnya, pencuri itu akan mendapat OTP dari perbankan, lalu menggunakannya untuk masuk ke akun mobile banking. Tak butuh waktu lama, uang di rekening bank pun digasak.

Dalam kasus Ilham, operator Indosat mengakui ada kelalaian petugasnya saat verifikasi data ketika seseorang yang mengaku sebagai Ilham Bintang datang ke gerai Indosat di Mal Bintaro Jaya Xchange pada 3 Januari 2020.

"Hasil investigasi, benar ada pergantian kartu mengatasnamakan Bapak Ilham Bintang," kata Turina Farouk, SV-Head Corporate Communications Indosat Oredoo di Jakarta, Senin (20 Januari 2020).

Turina mengakui ada kekurangan yang dilakukan petugas di Gerai Indosat  Bintaro Jaya Xchange saat seseorang datang ke sana dan mengaku-ngaku sebagai Ilham Bintang, dan meminta pergantian kartu SIM dengan menggunakan nomor yang sama dengan yang dipakai Ilham.

"Kami mengakui adanya kekurangan pada proses verifikasi yang dilakukan agent di lapangan," kata dia.

Turina mengatakan, pihaknya menyesalkan kejadian itu dan berjanji memperbaiki sistem untuk menjaga keamanan data konsumen.

Menyalahkan Konsumen
Dalam banyak kasus, ketika pasword OTP berpindah tangan atau dikuasai penjahat siber, para penyedia layanan menyalahkan konsumen tidak benar-benar menjaga data pribadinya. Dengan begitu, penyedia layanan (perbankan, operator seluler, dan penyedia dompet atau pembayaran digital) bisa lepas tangan.

Dalam kasus Ilham Bintang, misalnya, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan,"Dari peristiwa ini dapat ditarik pelajaran bahwa pemilik kartu kredit sebaiknya menjaga dengan baik seluruh informasi pribadi. Baik nomor handphone hingga nomor OTP yang menjadi dasar transaksi kartu kredit."

Ada benarnya BNI mengingatkan konsumen untuk menjaga kerahasiaan data pribadinya. Namun, ketika fakta menunjukkan OTP rentan diambil aliih orang lain, kita pun bertanya: tidak bisakah penyedia layanan mengintrospeksi diri bahwa sistem yang dipakai tak cukup kuat untuk melindugi uang konsumen?

Misalnya: sudahkah penyedia layanan seperti perbankan menyediakan fitur OTP berbasis aplikasi seperti Google Authenticator yang menurut para pakar lebih aman?

Kelalaian Perbankan
Jika dalam kasus Ilham Bintang yang diperdaya adalah operator telepon seluler, di India, justru kantor perbankannya yang ditipu.

Pada Agustus 2018, seorang warga Janakpuri di Delhi, India, kehilangan Rs 11,5 lakh yang tersimpan di rekening banknya setelah dua orang datang ke bank tempat ia menyimpan uang, dan meminta pergantian nomor telepon yang terkoneksi ke akun mobile banking.

Seperti dilaporkan indiatimes.com berdasarkan keterangan polisi, pada 31 Agustus 2018, dua orang mendatangi bank dan salah satu dari mereka menyamar sebagai pemegang rekening.

Mereka meminta perubahan nomor ponsel yang terdaftar dan mengisi formulir yang disediakan bank. Setelah nomor ponsel baru didaftarkan, mereka melakukan transfer online dari akun korban menggunakan OTP yang dikirim ke nomor telepon baru. Rs 11,5 lakh yang ditarik dengan cara ini dipindahkan ke enam rekening berbeda yang disimpan di bank di Dwarka dan kemudian ditarik melalui ATM dan cek. Setelah kejahatan itu, telepon seluler tempat OTP dikirim dimatikan.

Polisi memindai rekaman kamera CCTV di bank dan meminta karyawan bank untuk memberikan rincian akun yang digunakan dalam transaksi penipuan. Polisi melacak salah satu penjahat ke Jharkhand melalui pengawasan teknis. Polisi juga memeriksa apakah petugas bank turut bersekongkol.

Ternyata, OTP yang sebelumnya dianggap cukup sakti, kini tak mampu lagi melindungi uang kita di bank.

Eropa Ambil Langkah Cepat

Dalam kasus ini, ada baiknya kita berkaca dari Eropa. Otoritas perbankan Eropa (European Banking Authority atau EBA) telah menyatakan bahwa penerapan OTP berbasis SMS tidak sesuai standar otentikasi yang kuat (strong customer authentication atau SCA). Standar keamanan baru pun ditetapkan.
Dibuat pada 2015 dan mulai berlaku sejak 14 September 2019, peraturan baru itu merevisi soal pembayaran online di Uni Eropa dan sekaligus menerbitkan Payment Services Directive (PSD) ke-2. Walhasil, bank-bank di Eropa dipaksa untuk meninggalkan OTP berbasis SMS dan menggantikannya dengan sistem baru.

Gerakan meninggalkan OTP berbasis SMS ini sudah diperkirakan sejak lama. Maklum, teknologi OTP berbasis SMS sudah berusia 30 tahun lebih dan dianggap ketinggalan zaman serta kurang fleksibel. Nasabah sering berganti nomor telepon dan OTP bisa saja dikirimkan ke nomor lama Anda yang mungkin sudah dipegang orang lain. Masalah lainnya, teknologi ini punya kelemahan.

Selama bertahun-tahun, industri keamanan siber sudah menyerukan peringatan terhadap kelemahan OTB berbasis SMS yang tidak kunjung ditutupi.

Kelemahannya ada pada protokol SS7 yang digunakan semua jaringan mobile telephony. Hacker bisa memanfaatkan kelemahan ini untuk membajak nomor handphone bahkan tanpa diketahui oleh operator selular. Agensi keamanan siber Jerman, BSI, pada Mei 2017 telah memperingatkan bahwa hacker bisa mencegat pengiriman kode yang dikirim melalui SMS.

Sejatinya, SMS tidak pernah aman dan sebaiknya tidak digunakan secara luas, kata para pakar.

Memang two-factor authentication (2FA) direkomendasikan namun, setelah "username dan password" sebagai faktor pertama, SMS bukanlah "faktor kedua" yang bisa diandalkan. Para pakar menyarankan aplikasi otentikator atau token keamanan berbasis hardware sebagai pengganti SMS OTP. Sistem ini diyakini lebih susah dibajak oleh penjahat siber yang mengincar.

Bagaimana dengan Indonesia? Sejauh ini, maaf saja, penyedia layanan perbankan terkesan lebih mudah menyalahkan konsumen daripada membenahi sistem pengamanannya.

Sudah waktunya pemerintah selaku regulator mengumpulkan para pihak terkait, mencari solusi lebih baik untuk melindungi uang kita.[]

Penulis: Yuswardi Ali Suud, Editor di Cyberthreat.id

Rabu, 12 Februari 2020

Drone Emprit: Cyberthreat.id Paling Banyak Kampanyekan RUU Perlindungan Data Pribadi



Cyberthreat.id - Analis data media sosial dan platform online, Drone Emprit, merilis hasil pemantauan tentang seberapa peduli pengguna internet terhadap Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang sudah diteken oleh Presiden Joko Widodo dan diserahkan ke DPR RI untuk dibahas sebelum disahkan menjadi Undang-undang.

Analisis dilakukan dengan memantau percakapan tentang RUU PDP di Twitter dan media online selama sebulan terakhir.

 "Kalau disimpulkan, maka topik #RUUPDP dan Perlindungan #DataPribadi memang kurang mendapat perhatian yang besar dari publik dibandingkan dengan pemberitaan di media. Meski demikian, publik punya concern yang sangat besar terhadap pencurian atau penyalahgunaan data pribadi," ungkap pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi melalui akun twitternya @ismailfahmi, Selasa (11 Februari 2020)

Dalam analisis itu, Drone Emprit juga membandingkan topik yang dibahas antara media online dan media sosial.Hasilnya, media online lebih konsen pada isu perlindungan data pribadi dan RUU PDP. Sedangkan pengguna sosial media, pembahasannya lebih kepada topik 'pencurian data', baru disusul tema 'perlindungan.

"Kebanyakan diisi oleh akun-akun media online. Sayang amplifikasi terhadap beritanya sangat kecil," kata Ismail Fahmi.

Dari sisi media, kata Fahmi situs Cyberthreat.id paling banyak menulis tentang topik RUU PDP dan data pribadi dengan 79 berita. Disusul Line Today (agregator konten dari media lain), harianaceh.co.id, cnbcindonesia.com, katadata.co.id, dan cnnindonesia.com. (lihat daftar lengkap pada tabel di atas).

Dari temuan itu, kata Fahmi, topik RUU PDP dan perlindungan data pribadi kurang mendapat perhatian dari publik dibanding pemberitaan media.

"Meski demikian, publik punya concern yang sangat besar terhadap pencurian atau penyalahgunaan data pribadi," ujarnya.

Fahmi berharap narasi kampanye perlindungan data pribadi perlu digalakkan lagi. Menurut dia, RUU PDP bisa menjawab permasalah publik soal pencurian dan penyalahgunaan data pribadi yang menjadi perhatian publik.

"Narasi kampanye untuk membangun kesadaran pentingnya perlindungan data pribadi perlu banyak dihubungkan dengan masalah pencurian data. Biar publik mendukung," kata Fahmi.[]

Sutradara Doraemon, Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

Tsutomu Shibayama dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Doraemon, dengan kontribusi besar dalam industri animasi Jepang selama lebih dar...