Rabu, 13 Desember 2017

Video: Begini Kondisi Bayi dengan Jantung di Luar Tubuhnya

Seorang bayi mampu bertahan hidup setelah terlahir dengan kondisi jantung berada di luar tubuhnya. Sejauh ini, bayi yang lahir di Inggris itu adalah satu-satunya bayi yang mampu bertahan hidup dengan kondisi cacat jantung.

Orang tua bayi bernama  Vanellope Hope Wilkins itu sudah mengetahui ada yang tak beres pada jantung bayinya saat melakukan rongent USG.  Saat itu, janjin dalam perut sang ibu masih berusia 9 minggu. Di layar monitor, terlihat ada sesuatu di luar tubuh bayi itu yang bergerak-gerak. Ternyata, itu adalah jantungnya yang berada di luar tubuh.


Dokter mengatakan, jantung bayi itu berada di luar tubuhnya lantaran pertumbuhan tulang rusuknya tidak berjalan normal. Harusnya, jantung berada di bawah tulang rusuk. Sementara yang terjadi pada Vanellope, jantungnya keluar dari tulang rusuk, dan bisa terlihat secara kasat mata lantaran bagian dadanya tempat jantung itu berada, tidak tertutup kulit, alias bolong. 

Awalnya, dokter sempat menyarankan agar janin itu digugurkan saja, lantaran dikhawatirkan sangat kecil kemungkinan untuk hidup.

“Ketika dokter mencari tahu keadaan bayinya,  ia tidak dapat menemukan solusi karena kondisi Vanellope sangat buruk. Mereka bilang kesempatan untuk selamat hampir tidak ada dan satu-satunya jalan adalah menggugurkannya,” kata sang ayah

Dokter spesialis jantung anak, Dr Frances Bu’Lock mengatakan, “Informasi yang tersedia tentang penyakit ini sangat sedikit.”

“Saya pernah melihat kasus ini sekira 20 tahun lalu tetapi sang ibu mengalami keguguran. Saya melakukan riset di google dan membaca banyak literatur,” ujar Bu’Lock.

“Tapi itu tak banyak membantu dan tak banyak informasi mengenai kondisi itu. Kebanyakan bayi yang mengalami cacat jantung dan ketidaknormalan lain lahir dalam keadaan meninggal, sedangkan yang terlahir  hidup akan meninggal dalam beberapa hari,” jelas Bu’Lock lagi.

Di akhir kehamilannya, Naomi semakin sering mengontrol kondisi bayi mereka dan berdoa agar anak mereka selamat.

Meski dokter menyarankan untuk melakukan aborsi, Dean dan Naomi memutuskan untuk tetap mempertahankan anaknya. Beruntung,  Vanellope berkembang secara normal dalam rahim Naomi. Bayi itu lahir pada 22 November lewat operasi sesar dengan bantuan 50 tenaga medis.

Setelah itu, Vanellope dibungkus dengan plastik untuk menghindari infeksi. Selang khusus dimasukkan ke dalam tali pusar untuk menopang jantungnya saat masih terhubung dengan Naomi.

Kurang dari satu jam setelah kelahirannya, operasi dilakukan untuk memasukkan jantung bayi tersebut ke dalam dadanya. Seminggu kemudian, operasi kedua dilakukan untuk membuka tulang rusuknya lebih lebar agar jantungnya masuk ke dalam rongga dada Vanellope.


Operasi terakhir dilakukan untuk menutupi bagian dadanya yang bolong, dokter mengambil kulit dari bawah lengannya. Selain itu, dokter juga membuat jaringan penopang karena bayi mungil itu tidak memiliki tulang rusuk maupun tulang dada.

Serangkaian operasi tersebut dilakukan di Rumah Sakit East Midlands Congenital Heart Centre dan berjalan lancar. Naomi dan suaminya memuji kerja keras tim medis yang telah berhasil menyelamatkan bayinya.

“Mereka sedikit cemas saat melakukan operasi karena hanya ada sedikit informasi tentang kasus ini,” ujar Dean.

“Para staf medis benar-benar mengagumkan. Saya ingin memeluk mereka satu per satu jika bisa. Mereka adalah keajaiban sama seperti Vanellope,” puji Naomi.[] Sumber: okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sutradara Doraemon, Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

Tsutomu Shibayama dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Doraemon, dengan kontribusi besar dalam industri animasi Jepang selama lebih dar...