Sempat Duduk di Sebelah Menteri Perhubungan Budi Karya yang Positif Corona, Ini Hasil Pemeriksaan Sofyan Djalil
Indonesia Viral - Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil sempat dipertanyakan kesehatannya. Sebab, dalam rapat kabinet di Istana Negara pada 11 Maret lalu, Sofyan duduk bersebelahan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang belakangan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Sofyan Djalil pun segera memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2020. Hasilnya, menurut Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati, Sofyan Djalil negatif corona.
"Kami informasikan bahwa Pak Menteri sudah check di RSPAD dan hasilnya negatif," kata Yulia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.
"Dengan telah dirilisnya berita Menhub positif Covid-19 di TV, maka beberapa wartawan dan teman2 Jajaran ATR/BPN bertanya bagaimana dengan Pak Menteri ATR/BPN karena di ratas duduknya bersebelahan dengan Pak Budi Karya," tambah Yulia.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai menteri yang selalu berada di garis depan dalam penanganan dampak virus corona jenis baru atau Covid-19. Pada Sabtu (14/2) malam, di Jakarta, Pratikno mengumumkan Budi Karya menjadi salah satu pasien positif Covid-19 dan kini dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Budi Karya diidentifikasi sebagai pasien 76 yang positif corona di Indonesia. Pratikno mengatakan saat ini, kondisi Budi Karya sudah membaik.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Sabtu, 14 Maret 2020
Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat yang Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani
Jahat! Kepala PPATK Wafat, Muncul Pesan Larangan Melayat Mengatasnamakan Menkeu Sri Mulyani
Indonesia Viral - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badarudin meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2020). Tak lama, beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang melarang orang melayat ke rumah duka.
Dalam pesan itu, larangan disebut-sebut berasal dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Sejauh ini, Menteri Keuangan menghimbau untuk tidak melayat ke kediaman duka. Segera akan diinformasikan apabila situasi sudah memungkinkan," demikian bunyi pesan larangan melayat itu.
Pesan itu diduga terkait dengan wabah virus corona yang sedang melanda berbagai negara di sekujur bumi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti yang akrab disapa Frans mengatakan tidak tahu menahu tentang pesan larangan itu.
"Saya tidak tahu tentang info tersebut. Informasi dari siapa ya?," kata Frans, Sabtu (14/3/2020).
Sebelumnya, Kiagus Ahmad dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persabahatan, Jakarta Timur.
Kabar itu disampaikan oleh mantan Kabag Humas PPATK Hendri Hanafi. Hendri menyatakan mendiang Kiagus sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.
"Iya, iya benar beberapa hari ini dirawat di RSUP Persahabatan. Jenazah masih di RSUP Persahabatan," kata Hendri saat dihubungi, Sabtu
Mantan Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga mengabarkan kabar dua soal wafatnya Kiagus Ahmad. Kabar duka itu disampaikan Laode melalui akun twitter pribadinya @LaodeMSyarif, Laode meras aberduka.
"Pak KIAGUS AHMAD BADARUDDIN Kepala @PPATK mantan Direktur di @KPK_RI dan Pegawai senior @KemenkeuRI. Kami sangat berdukam bapak adalah salah satu orang terbaik yang saya pernah ketemu di Negeri ini. Cakap-Tulus-Rendah Hati. Bapak salah satu Role Model saya. Alfatihah," tulis Laode.
Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab meninggalkan Badaruddin, apakah terkait virus corona atau tidak.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Indonesia Viral - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badarudin meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2020). Tak lama, beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang melarang orang melayat ke rumah duka.
Dalam pesan itu, larangan disebut-sebut berasal dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Sejauh ini, Menteri Keuangan menghimbau untuk tidak melayat ke kediaman duka. Segera akan diinformasikan apabila situasi sudah memungkinkan," demikian bunyi pesan larangan melayat itu.
Pesan itu diduga terkait dengan wabah virus corona yang sedang melanda berbagai negara di sekujur bumi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti yang akrab disapa Frans mengatakan tidak tahu menahu tentang pesan larangan itu.
"Saya tidak tahu tentang info tersebut. Informasi dari siapa ya?," kata Frans, Sabtu (14/3/2020).
Sebelumnya, Kiagus Ahmad dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persabahatan, Jakarta Timur.
Kabar itu disampaikan oleh mantan Kabag Humas PPATK Hendri Hanafi. Hendri menyatakan mendiang Kiagus sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.
"Iya, iya benar beberapa hari ini dirawat di RSUP Persahabatan. Jenazah masih di RSUP Persahabatan," kata Hendri saat dihubungi, Sabtu
Mantan Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga mengabarkan kabar dua soal wafatnya Kiagus Ahmad. Kabar duka itu disampaikan Laode melalui akun twitter pribadinya @LaodeMSyarif, Laode meras aberduka.
"Pak KIAGUS AHMAD BADARUDDIN Kepala @PPATK mantan Direktur di @KPK_RI dan Pegawai senior @KemenkeuRI. Kami sangat berdukam bapak adalah salah satu orang terbaik yang saya pernah ketemu di Negeri ini. Cakap-Tulus-Rendah Hati. Bapak salah satu Role Model saya. Alfatihah," tulis Laode.
Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab meninggalkan Badaruddin, apakah terkait virus corona atau tidak.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota
Wabah Corona, Raffi Ahmad Tunda Rans Carnival di Dua Kota
Indonesia Viral - Raffi Ahmad mengumumkan membatalkan acara Rans Carnival yang sejatinya akan digelar di Makassar dan Manado mulai 17 Maret hingga 19 April 2020.
Pengumuman itu disampaikan Raffi Ahmad lewat akun Instagram resminya pada Sabtu, 14 Maret 2020.
Menurut Raffi, Rans Carnival semula menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, kini acara itu dibatalkan.
"Acara Rans Carnival yang rencananya akan diadakan di Kota Makassar pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lapangan Trans Studio Makassar dan Manado pada 17, 18, 19 April di kawasan Pohon Kasih Megamas dengan berat hati kami putuskan ditunda," tulisnya.
Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah maraknya penyebaran virus corona alias covid-19 di Indonesia.
"PT. Rans Karnival Indonesia sebagai pihak penyelenggara mempertimbangkan himbauan dari Pemerintah RI untuk menghindari pusat keramaian sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)," sambungnya.
Atas kejadian ini, Raffi Ahmad sendiri meminta maaf kepada para pengunjung yang sudah terlanjur membeli tiket acara. Menurutnya kesehatan saat ini yang paling utama.
"Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas penundaan acara ini. Keputusan ini dibuat karenga PT. Rans Karnival Indonesia sangat memprioritaskan kondisi kesehatan seluruh pengunjung dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.
Tak lupa, Raffi juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh penyebaran virus tersebut. Dia minta semua pihak mulai waspada dan menjaga kesehatan.
"Mari kita tetap tenang menghadapi musibah ini, dengan tidak mengganggap enteng atau menanggapi dengan panik. Jaga kesehatan, jaga fikiran tetap ceria. Tetap yakin Indonesia akan ceria tanpa virus corona," imbuhnya.
Seperti diketahui, event itu nantinya akan digelar di 14 kota di Indonesia, mulai dari kota Makassar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, Sidoarjo, Banyuwangi, Semarang, Cirebon, Jambi, Padang, Medan, Palembang, Bandung dan ditutup di Cikarang pada bulan Desember 2020.
Acara tersebut akan diisi oleh penyanyi terkenal seperti Cita Citata, Andmesh, Ungu hingga Rossa.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Indonesia Viral - Raffi Ahmad mengumumkan membatalkan acara Rans Carnival yang sejatinya akan digelar di Makassar dan Manado mulai 17 Maret hingga 19 April 2020.
Pengumuman itu disampaikan Raffi Ahmad lewat akun Instagram resminya pada Sabtu, 14 Maret 2020.
Menurut Raffi, Rans Carnival semula menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, kini acara itu dibatalkan.
"Acara Rans Carnival yang rencananya akan diadakan di Kota Makassar pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lapangan Trans Studio Makassar dan Manado pada 17, 18, 19 April di kawasan Pohon Kasih Megamas dengan berat hati kami putuskan ditunda," tulisnya.
Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah maraknya penyebaran virus corona alias covid-19 di Indonesia.
"PT. Rans Karnival Indonesia sebagai pihak penyelenggara mempertimbangkan himbauan dari Pemerintah RI untuk menghindari pusat keramaian sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)," sambungnya.
Atas kejadian ini, Raffi Ahmad sendiri meminta maaf kepada para pengunjung yang sudah terlanjur membeli tiket acara. Menurutnya kesehatan saat ini yang paling utama.
"Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas penundaan acara ini. Keputusan ini dibuat karenga PT. Rans Karnival Indonesia sangat memprioritaskan kondisi kesehatan seluruh pengunjung dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.
Tak lupa, Raffi juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh penyebaran virus tersebut. Dia minta semua pihak mulai waspada dan menjaga kesehatan.
"Mari kita tetap tenang menghadapi musibah ini, dengan tidak mengganggap enteng atau menanggapi dengan panik. Jaga kesehatan, jaga fikiran tetap ceria. Tetap yakin Indonesia akan ceria tanpa virus corona," imbuhnya.
Seperti diketahui, event itu nantinya akan digelar di 14 kota di Indonesia, mulai dari kota Makassar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, Sidoarjo, Banyuwangi, Semarang, Cirebon, Jambi, Padang, Medan, Palembang, Bandung dan ditutup di Cikarang pada bulan Desember 2020.
Acara tersebut akan diisi oleh penyanyi terkenal seperti Cita Citata, Andmesh, Ungu hingga Rossa.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Benarkah Mendagri Tito Karnavian dan Istri Positif Corona?
Benarkah Mendagri Tito Karnavian dan Istri Positif Corona?
Indonesia Viral - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disebut-sebut positif terjangkit virus corona. Benarkah?
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bachtiar membantahnya.
Dalam siaran pers tertanggal 14 Maret 2020, Bachtiar mengatakan isu Mendagri dan istri terjangkit virus corona menyebar setelah keduanya terlihat mendatangi Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta.
Bachtiar memastikan Menteri Tito dan istri dalam keadaan sehat walafiat.
"Bapak Mendagri dan Ibu Alhamdulilah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tidak benar apabila ada informasi bahwa beliau sakit, mari kita lawan hoax", tegasnya.
Lebih lanjut, Bahtiar mengungkapkan bahwa pada Sabtu pagi Mendagri dan Istri menghadiri acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-48 di Posyandu Dakura X, Perumnas Bumi Telukjambe Blok F, Desa Sukaluyu Kabupaten Karawang.
Selain itu bahkan Mendagri Tito Karnavian hadir di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award.
"Bapak Mendagri beraktivitas seperti biasa dalam keadaan sehat walafiat tadi malam menghadiri acara di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award", ujar Bahtiar.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tidak jelas sumbernya terkait kesehatan Mendagri harus dicek dengan baik kebenarannya dan mengajak semua pihak untuk lebih hati-hati dalam mengantisipasi setiap informasi yang sifatnya hoax.
Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Indonesia Viral - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disebut-sebut positif terjangkit virus corona. Benarkah?
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bachtiar membantahnya.
Dalam siaran pers tertanggal 14 Maret 2020, Bachtiar mengatakan isu Mendagri dan istri terjangkit virus corona menyebar setelah keduanya terlihat mendatangi Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta.
Bachtiar memastikan Menteri Tito dan istri dalam keadaan sehat walafiat.
"Bapak Mendagri dan Ibu Alhamdulilah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tidak benar apabila ada informasi bahwa beliau sakit, mari kita lawan hoax", tegasnya.
Lebih lanjut, Bahtiar mengungkapkan bahwa pada Sabtu pagi Mendagri dan Istri menghadiri acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-48 di Posyandu Dakura X, Perumnas Bumi Telukjambe Blok F, Desa Sukaluyu Kabupaten Karawang.
Selain itu bahkan Mendagri Tito Karnavian hadir di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award.
"Bapak Mendagri beraktivitas seperti biasa dalam keadaan sehat walafiat tadi malam menghadiri acara di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award", ujar Bahtiar.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tidak jelas sumbernya terkait kesehatan Mendagri harus dicek dengan baik kebenarannya dan mengajak semua pihak untuk lebih hati-hati dalam mengantisipasi setiap informasi yang sifatnya hoax.
Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Ini Dia Lokasi Persebaran Virus Corona di Indonesia
Ini Dia Lokasi Persebaran Virus Corona di Indonesia
Indonesiaviral - Hingga tanggal 14 Maret 2020 setidaknya ada 8 daerah yang warganya dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan pada Sabtu, 14 Maret 2020.
"Kalau kita lihat penyebarannya, sekarang sudah melebar. Jakarta, Jawa Barat termasuk di Bandung, Tangerang. Jawa Tengah di Solo dan Yogyakarta, di Bali, di Manado, di Pontianak," ujar Achmad Yurianto.
Sebelumnya, pemerintah pusat belum pernah mengumumkan lokasi pasien positif virus corona sejak dua kasus pertama disebutkan warga Depok pada awal Maret lalu.
Hingga Jumat sore, pemerintah mengumumkan sudah 96 orang positif terjangkit virus corona, meningkatkan dari 69 orang sehari sebelumnya. Sebanyak 5 orang meningggal dan 8 lainnya dinyatakan sembuh.
Namun begitu, sejauh ini, pemerintah belum membuat peta interaktif persebaran virus corona di Indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Padahal, negara-negara lain seperti Singapura,, Hongkong, Korea Selatan, Italia dll menyiapkan peta yang memperlihatkan persebaran virus. Dengan begitu, masyarakat setempat bisa lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi dini. []
Indonesiaviral - Hingga tanggal 14 Maret 2020 setidaknya ada 8 daerah yang warganya dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan pada Sabtu, 14 Maret 2020.
"Kalau kita lihat penyebarannya, sekarang sudah melebar. Jakarta, Jawa Barat termasuk di Bandung, Tangerang. Jawa Tengah di Solo dan Yogyakarta, di Bali, di Manado, di Pontianak," ujar Achmad Yurianto.
Sebelumnya, pemerintah pusat belum pernah mengumumkan lokasi pasien positif virus corona sejak dua kasus pertama disebutkan warga Depok pada awal Maret lalu.
Hingga Jumat sore, pemerintah mengumumkan sudah 96 orang positif terjangkit virus corona, meningkatkan dari 69 orang sehari sebelumnya. Sebanyak 5 orang meningggal dan 8 lainnya dinyatakan sembuh.
Namun begitu, sejauh ini, pemerintah belum membuat peta interaktif persebaran virus corona di Indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Padahal, negara-negara lain seperti Singapura,, Hongkong, Korea Selatan, Italia dll menyiapkan peta yang memperlihatkan persebaran virus. Dengan begitu, masyarakat setempat bisa lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi dini. []
Menteri Budi Karya Positif Corona, Kemensesneg Mulai Kerja dari Rumah
Menteri Budi Karya Positif Corona, Kemensesneg Mulai Kerja dari Rumah
Indonesiaviral - Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus corona, Kementerian Sekretariat Negara memperluas kebijakan remote working alias bekerja dari rumah.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 14 Maret 2020 dan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama.
Disebutkan kebijakan itu dibuat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Pelaksanaan remote working dimonitor oleh atasan langsung (JPT Pratama) dan dilaporkan kepada pejabat Eselon I (JPT Madya) masing-massing.
Para pegawai yang bekerja dari rumah diwajibkan mengisi pencatatan kehadiran dengan cara log in pada intranet Kementerian Sekretariat Negara. Sedangkan proses pelaksanaan pekerjaan menggunakan SPDE Open.
"Surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan ditetapkannya kebijakan baru," begitu antara lain bunyi surat itu.
Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkankan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Indonesiaviral - Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus corona, Kementerian Sekretariat Negara memperluas kebijakan remote working alias bekerja dari rumah.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 14 Maret 2020 dan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama.
Disebutkan kebijakan itu dibuat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Pelaksanaan remote working dimonitor oleh atasan langsung (JPT Pratama) dan dilaporkan kepada pejabat Eselon I (JPT Madya) masing-massing.
Para pegawai yang bekerja dari rumah diwajibkan mengisi pencatatan kehadiran dengan cara log in pada intranet Kementerian Sekretariat Negara. Sedangkan proses pelaksanaan pekerjaan menggunakan SPDE Open.
"Surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan ditetapkannya kebijakan baru," begitu antara lain bunyi surat itu.
Sebelumnya, Negeri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkankan pada Sabtu kemarin, bahwa pasien positif corona kasus 76 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Budi diketahui terakhir ikut Rapat Terbatas Kabinet Indoensia Maju pada Rabu 11 Maret 2020. Dalam rapat itu Budi duduk bersebelahan dengan Menteri Pertanahan Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Hingga Jumat sore, 14 Maret 2020, pemerintah mengatakan 96 orang positif terjangkit virus corona di Indonesia. Beberapa di antaranya Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 8 dinyatakan sembuh.[]
Rabu, 11 Maret 2020
Menjajal Layanan Lacak dan Hapus Jejak Data Digital Kita
Menjajal Layanan Lacak dan Hapus Jejak Data Digital Kita
Oleh: Yuswardi A. Suud
Pernahkah Anda membayangkan suatu ketika sebuah platform online diretas hacker, lalu data penggunanya dicuri dan data diri Anda termasuk di dalamnya? Jika tidak, sebaiknya mulailah pikirkan itu. Apalagi, jika Anda pernah berbelanja online dan memasukkan data kartu kredit atau debit di dalamnya.
Sebaliknya, bisa jadi Anda khawatir namun lupa ke platform mana saja Anda pernah memberikan data diri. Tanpa Anda sadari, bertahun-tahun data diri Anda mengendap di server pusat data mereka.
Saya termasuk golongan ini. Beberapa tahun silam, saya pernah keranjingan belanja online, termasuk belanja aset digital seperti membayar hosting web dan nama domain di situs-situs luar negeri.
Pernah pula, mendaftar di bursa pertukaran crypto currency (mata uang digital) luar negeri seperti Binance Exchange. Belakangan, ketika harga Bitcoin anjlok dua tahun lalu, saya meninggalkannya begitu saja. Padahal, dulu saya diminta kirimkan paspor dan data diri untuk proses verifikasi.
Rutinitas kerja, masalah hidup, terkadang membuat kita melupakannya. Apalagi, jika kita tergolong gampang menyepelekan sesuatu. Ah, itu doang, emang gue pikirin?
Saya baru tersadar ketika makin ke sini, makin banyak kasus-kasus peretasan yang mencuri data pengguna sebuah platform online, lalu disalahgunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya kasus pengambilalihan nomor telepon (SIM card) yang berbuntut pembobolan rekening bank yang dialami wartawan senior Ilham Bintang. Wah, gila itu!
Kemungkinan data Anda bocor akan makin besar jika Anda terbiasa memakai password yang sama di platform berbeda. Walhasil, jika satu platform yang menyimpan data anda diretas, hacker akan mencoba password yang ditemukan di platform itu untuk masuk ke akun online anda di platform lain.
Platform Pelacak Jejak Data
Menyadari keretanan itu, sebuah layanan online bernama saymine.com (disingkat Mine) memfasilitasi orang-orang untuk melacak perusahaaan mana saja yang memegang datanya. Lalu, atas permintaan Anda, situs itu akan menyurati perusahaan agar menghapus data Anda.
Untuk menggunakan layanan ini, Anda akan diminta untuk login menggunakan akun Google atau Microsoft yang anda punya.
Di situsnya, Mine mengatakan akan menjaga data Anda seperti milik mereka sendiri. "Kami tidak akan mengumpulkan, menyimpan, atau mengakses konten data Anda."
Penasaran, saya mencoba layanan ini. Setelah login dengan akun Google, pelacakan dimulai. Hasilnya bikin saya kaget. Bertahun-tahun berselancar di dunia maya, rupanya tanpa saya sadari saya ada 152 perusahaan yang memegang data saya.
Rinciannya: 22 platform memegang data keuangan (nomor rekening bank atau kartu kredit/debit), 80 platform memiliki data identitas saya, 16 perusahaan mengintip prilaku saya di dunia maya (situs apa saja yang saya akses, atau artikel bertema apa saja yang sering saya baca), dan 13 platform lain memegang data sosial media saya.
Saya kemudian memelototi satu demi satu nama-nama perusahaan itu. Beberapa diantaranya tidak saya kenali. Beberapa lainnya sudah almarhum seperti Friendster, Blackberry, dan Multiplay.
Datanya pun cukup detail. Sebagai contoh, di Friendster.com, layanan jejaring pertemanan yang sudah almarhum setelah kemunculan Facebook, akun saya tercatat terakhir aktif pada 16 Maret 2007 pukul 06:05: 43 dengan tiga hit yang tercatat. Bayangkan, itu data 13 tahun lalu!
Tentang data di situs yang tidak saya kenali, saya berpikir keras dari mana mereka mendapat data saya. Sampai akhirnya saya menyadari, mungkin karena saya pernah masuk ke sebuah layanan menggunakan akun Facebook. Situs bikinan Mark Zuckerberg itu memang menyediakan fasilitas yang memungkinkan kita login di platform lain tanpa harus mengisi form biodata, melainkan cukup bermodal data Facebook. Itu hanya satu kemungkinan, bisa jadi kemungkinan lain: data saya dijual ke platform lain.
Nah, jika menggunakan fasilitas itu, Facebook sendiri telah mengumumkan bahwa penyedia layanan pihak ketiga dapat memiliki data kita dan saling bertukar data dengan Facebook. Di Indonesia, fasilitas login mengggunakan akun Facebook ini diantaranya digunakan oleh Gojek.
Saya lantas memilih beberapa nama platform dan meminta Mine memfasilitasi penghapusan data. Di layar, muncul peringatan,"Dengan ini, saya mengerti bahwa akun dan data pribadi akan dihapus. Mine akan mengirim email ke penyedia layanan dan mengirimkan salinannya ke saya."
Bagaimana hasilnya? Mine membutuhkan waktu sekitar seminggu setelah permintaan dikirimkan.
Rights to be Forgotten
Meminta penghapusan data pribadi di platform online adalah hak kita. Kesadaran tentang hak ini makin mencuat setelah Uni Eropa memberlakukan General Data Protection Regulation (GDPR) sejak 2018 lalu. Pada Januari 2020, Undang-undang Privasi Konsumen California juga mengharuskan orang untuk dapat mengakses dan menghapus datanya.
Salah satu aturan mainnya adalah adanya rights to be forgotten. Secara umum, ini adalah hak pemilik data pribadi untuk menghapus data sudah tidak relevan atau tidak digunakan lagi dalam sebuah platform digital. Salah satu tujuannya agar data pribadi tidak disalahgunakan di kemudian hari.
Kepada Venturabeat.com, CEO Mine Gal Ringel mengatakan rata-rata setiap orang setidaknya memberikan akses data kepada 400 perusahaan, dan 80 persen diantaranya tidak digunakan lagi.
Menurut Ringel, perusahaannya menggunakan pembelajaran mesin untuk menjelajahi situs web perusahaan dan mempelajari kebijakan privasi masing-masing perusahaan. Ringer menegaskan, Mine tidak membaca isi email atau menyimpan informasinya.
Ringel bilang, sejak diluncurkan tahun ini, Mine telah mengirimkan 20 ribu permintaan penghapusan data dengan tingkat keberhasilan 64 persen.
"Itu berarti perusahaan menyikapi GDPR dengan sangat serius," katanya. "Kami ingin memberi Anda kepercayaan diri untuk online dan bersenang-senang dan tidak takut memberikan data Anda kepada perusahaan."
Di Indonesia, pemerintah sudah menyerahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk dibahas di DPR RI.
Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, mengatakan, RUU PDP yang disusun pemerintah sudah memperhatikan right to be forgotten. Hanya saja, keputusan akhirnya tergantung pembahasan di DPR RI.
"Komisi I akan mengumpulkan semua sektor-sektor terkait yang mengelola data pribadi. Nanti, dari platform digital juga akan diundang mengenai perspektif data pribadi itu seperti apa," kata Fernandus pertengahan Februari lalu.
Kita sebagai pemilik data, tentunya menunggu pengesahannya. Jangan sampai, kemudahan yang ditawarkan teknologi digital, justru menimbulkan masalah baru: bencana data pribadi! []
Yuswardi A. Suud adalah Editor di Cyberthreat.id. Artikel ini adalah pandangan pribadi penulis, dimuat di Cyberthreat.id pada Rabu, 11 Maret 2020.
Oleh: Yuswardi A. Suud
Pernahkah Anda membayangkan suatu ketika sebuah platform online diretas hacker, lalu data penggunanya dicuri dan data diri Anda termasuk di dalamnya? Jika tidak, sebaiknya mulailah pikirkan itu. Apalagi, jika Anda pernah berbelanja online dan memasukkan data kartu kredit atau debit di dalamnya.
Sebaliknya, bisa jadi Anda khawatir namun lupa ke platform mana saja Anda pernah memberikan data diri. Tanpa Anda sadari, bertahun-tahun data diri Anda mengendap di server pusat data mereka.
Saya termasuk golongan ini. Beberapa tahun silam, saya pernah keranjingan belanja online, termasuk belanja aset digital seperti membayar hosting web dan nama domain di situs-situs luar negeri.
Pernah pula, mendaftar di bursa pertukaran crypto currency (mata uang digital) luar negeri seperti Binance Exchange. Belakangan, ketika harga Bitcoin anjlok dua tahun lalu, saya meninggalkannya begitu saja. Padahal, dulu saya diminta kirimkan paspor dan data diri untuk proses verifikasi.
Rutinitas kerja, masalah hidup, terkadang membuat kita melupakannya. Apalagi, jika kita tergolong gampang menyepelekan sesuatu. Ah, itu doang, emang gue pikirin?
Saya baru tersadar ketika makin ke sini, makin banyak kasus-kasus peretasan yang mencuri data pengguna sebuah platform online, lalu disalahgunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya kasus pengambilalihan nomor telepon (SIM card) yang berbuntut pembobolan rekening bank yang dialami wartawan senior Ilham Bintang. Wah, gila itu!
Kemungkinan data Anda bocor akan makin besar jika Anda terbiasa memakai password yang sama di platform berbeda. Walhasil, jika satu platform yang menyimpan data anda diretas, hacker akan mencoba password yang ditemukan di platform itu untuk masuk ke akun online anda di platform lain.
Platform Pelacak Jejak Data
Menyadari keretanan itu, sebuah layanan online bernama saymine.com (disingkat Mine) memfasilitasi orang-orang untuk melacak perusahaaan mana saja yang memegang datanya. Lalu, atas permintaan Anda, situs itu akan menyurati perusahaan agar menghapus data Anda.
Untuk menggunakan layanan ini, Anda akan diminta untuk login menggunakan akun Google atau Microsoft yang anda punya.
Di situsnya, Mine mengatakan akan menjaga data Anda seperti milik mereka sendiri. "Kami tidak akan mengumpulkan, menyimpan, atau mengakses konten data Anda."
Penasaran, saya mencoba layanan ini. Setelah login dengan akun Google, pelacakan dimulai. Hasilnya bikin saya kaget. Bertahun-tahun berselancar di dunia maya, rupanya tanpa saya sadari saya ada 152 perusahaan yang memegang data saya.
Rinciannya: 22 platform memegang data keuangan (nomor rekening bank atau kartu kredit/debit), 80 platform memiliki data identitas saya, 16 perusahaan mengintip prilaku saya di dunia maya (situs apa saja yang saya akses, atau artikel bertema apa saja yang sering saya baca), dan 13 platform lain memegang data sosial media saya.
Saya kemudian memelototi satu demi satu nama-nama perusahaan itu. Beberapa diantaranya tidak saya kenali. Beberapa lainnya sudah almarhum seperti Friendster, Blackberry, dan Multiplay.
Datanya pun cukup detail. Sebagai contoh, di Friendster.com, layanan jejaring pertemanan yang sudah almarhum setelah kemunculan Facebook, akun saya tercatat terakhir aktif pada 16 Maret 2007 pukul 06:05: 43 dengan tiga hit yang tercatat. Bayangkan, itu data 13 tahun lalu!
Tentang data di situs yang tidak saya kenali, saya berpikir keras dari mana mereka mendapat data saya. Sampai akhirnya saya menyadari, mungkin karena saya pernah masuk ke sebuah layanan menggunakan akun Facebook. Situs bikinan Mark Zuckerberg itu memang menyediakan fasilitas yang memungkinkan kita login di platform lain tanpa harus mengisi form biodata, melainkan cukup bermodal data Facebook. Itu hanya satu kemungkinan, bisa jadi kemungkinan lain: data saya dijual ke platform lain.
Nah, jika menggunakan fasilitas itu, Facebook sendiri telah mengumumkan bahwa penyedia layanan pihak ketiga dapat memiliki data kita dan saling bertukar data dengan Facebook. Di Indonesia, fasilitas login mengggunakan akun Facebook ini diantaranya digunakan oleh Gojek.
Saya lantas memilih beberapa nama platform dan meminta Mine memfasilitasi penghapusan data. Di layar, muncul peringatan,"Dengan ini, saya mengerti bahwa akun dan data pribadi akan dihapus. Mine akan mengirim email ke penyedia layanan dan mengirimkan salinannya ke saya."
Bagaimana hasilnya? Mine membutuhkan waktu sekitar seminggu setelah permintaan dikirimkan.
Rights to be Forgotten
Meminta penghapusan data pribadi di platform online adalah hak kita. Kesadaran tentang hak ini makin mencuat setelah Uni Eropa memberlakukan General Data Protection Regulation (GDPR) sejak 2018 lalu. Pada Januari 2020, Undang-undang Privasi Konsumen California juga mengharuskan orang untuk dapat mengakses dan menghapus datanya.
Salah satu aturan mainnya adalah adanya rights to be forgotten. Secara umum, ini adalah hak pemilik data pribadi untuk menghapus data sudah tidak relevan atau tidak digunakan lagi dalam sebuah platform digital. Salah satu tujuannya agar data pribadi tidak disalahgunakan di kemudian hari.
Kepada Venturabeat.com, CEO Mine Gal Ringel mengatakan rata-rata setiap orang setidaknya memberikan akses data kepada 400 perusahaan, dan 80 persen diantaranya tidak digunakan lagi.
Menurut Ringel, perusahaannya menggunakan pembelajaran mesin untuk menjelajahi situs web perusahaan dan mempelajari kebijakan privasi masing-masing perusahaan. Ringer menegaskan, Mine tidak membaca isi email atau menyimpan informasinya.
Ringel bilang, sejak diluncurkan tahun ini, Mine telah mengirimkan 20 ribu permintaan penghapusan data dengan tingkat keberhasilan 64 persen.
"Itu berarti perusahaan menyikapi GDPR dengan sangat serius," katanya. "Kami ingin memberi Anda kepercayaan diri untuk online dan bersenang-senang dan tidak takut memberikan data Anda kepada perusahaan."
Di Indonesia, pemerintah sudah menyerahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk dibahas di DPR RI.
Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, mengatakan, RUU PDP yang disusun pemerintah sudah memperhatikan right to be forgotten. Hanya saja, keputusan akhirnya tergantung pembahasan di DPR RI.
"Komisi I akan mengumpulkan semua sektor-sektor terkait yang mengelola data pribadi. Nanti, dari platform digital juga akan diundang mengenai perspektif data pribadi itu seperti apa," kata Fernandus pertengahan Februari lalu.
Kita sebagai pemilik data, tentunya menunggu pengesahannya. Jangan sampai, kemudahan yang ditawarkan teknologi digital, justru menimbulkan masalah baru: bencana data pribadi! []
Yuswardi A. Suud adalah Editor di Cyberthreat.id. Artikel ini adalah pandangan pribadi penulis, dimuat di Cyberthreat.id pada Rabu, 11 Maret 2020.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sutradara Doraemon, Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun
Tsutomu Shibayama dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Doraemon, dengan kontribusi besar dalam industri animasi Jepang selama lebih dar...
-
Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU Banda Aceh sejak Kamis, setelah masyarakat merespons pernyataan Menteri ESDM Bahlil Laha...
-
Kepergian penyanyi Vidi Aldiano meninggalkan duka luas di dunia musik Indonesia. Namun bagi banyak orang, suaranya tidak benar-benar pergi—i...
-
Kementerian Perhubungan menyiapkan 841 kapal dengan kapasitas 3,2 juta penumpang untuk Angkutan Laut Lebaran 2026. Pemerintah juga menyediak...








