Seorang bayi mampu bertahan hidup setelah terlahir dengan kondisi
jantung berada di luar tubuhnya. Sejauh ini, bayi yang lahir di Inggris itu adalah satu-satunya bayi yang mampu bertahan hidup dengan kondisi cacat jantung.
Orang tua bayi bernama Vanellope Hope Wilkins itu sudah mengetahui ada yang tak beres pada jantung bayinya saat melakukan rongent USG. Saat itu, janjin dalam perut sang ibu masih berusia 9 minggu. Di layar monitor, terlihat ada sesuatu di luar tubuh bayi itu yang bergerak-gerak. Ternyata, itu adalah jantungnya yang berada di luar tubuh.
Dokter mengatakan, jantung bayi itu berada di luar tubuhnya lantaran pertumbuhan tulang rusuknya tidak berjalan normal. Harusnya, jantung berada di bawah tulang rusuk. Sementara yang terjadi pada Vanellope, jantungnya keluar dari tulang rusuk, dan bisa terlihat secara kasat mata lantaran bagian dadanya tempat jantung itu berada, tidak tertutup kulit, alias bolong.
Awalnya, dokter sempat menyarankan agar janin itu digugurkan saja, lantaran dikhawatirkan sangat kecil kemungkinan untuk hidup.
“Ketika dokter mencari
tahu keadaan bayinya, ia tidak dapat menemukan solusi karena kondisi
Vanellope sangat buruk. Mereka bilang kesempatan untuk selamat hampir
tidak ada dan satu-satunya jalan adalah menggugurkannya,” kata sang ayah
Dokter spesialis jantung anak, Dr Frances Bu’Lock mengatakan, “Informasi yang tersedia tentang penyakit ini sangat sedikit.”
“Saya
pernah melihat kasus ini sekira 20 tahun lalu tetapi sang ibu mengalami
keguguran. Saya melakukan riset di google dan membaca banyak
literatur,” ujar Bu’Lock.
“Tapi itu tak banyak membantu dan tak
banyak informasi mengenai kondisi itu. Kebanyakan bayi yang mengalami
cacat jantung dan ketidaknormalan lain lahir dalam keadaan meninggal,
sedangkan yang terlahir hidup akan meninggal dalam beberapa hari,”
jelas Bu’Lock lagi.
Di akhir kehamilannya, Naomi semakin sering mengontrol kondisi bayi mereka dan berdoa agar anak mereka selamat.
Meski
dokter menyarankan untuk melakukan aborsi, Dean dan Naomi memutuskan
untuk tetap mempertahankan anaknya. Beruntung, Vanellope berkembang
secara normal dalam rahim Naomi. Bayi itu lahir pada 22 November lewat
operasi sesar dengan bantuan 50 tenaga medis.
Setelah itu,
Vanellope dibungkus dengan plastik untuk menghindari infeksi. Selang
khusus dimasukkan ke dalam tali pusar untuk menopang jantungnya saat
masih terhubung dengan Naomi.
Kurang dari satu jam setelah
kelahirannya, operasi dilakukan untuk memasukkan jantung bayi tersebut
ke dalam dadanya. Seminggu kemudian, operasi kedua dilakukan untuk
membuka tulang rusuknya lebih lebar agar jantungnya masuk ke dalam
rongga dada Vanellope.
Operasi terakhir dilakukan untuk menutupi
bagian dadanya yang bolong, dokter mengambil kulit dari bawah
lengannya. Selain itu, dokter juga membuat jaringan penopang karena bayi
mungil itu tidak memiliki tulang rusuk maupun tulang dada.
Serangkaian
operasi tersebut dilakukan di Rumah Sakit East Midlands Congenital
Heart Centre dan berjalan lancar. Naomi dan suaminya memuji kerja keras
tim medis yang telah berhasil menyelamatkan bayinya.
“Mereka sedikit cemas saat melakukan operasi karena hanya ada sedikit informasi tentang kasus ini,” ujar Dean.
“Para
staf medis benar-benar mengagumkan. Saya ingin memeluk mereka satu per
satu jika bisa. Mereka adalah keajaiban sama seperti Vanellope,” puji
Naomi.[] Sumber:
okezone